Us – Doi Menikmati Hutan Hujan Tropis Pegunungan

5 September 2019, Tim U.S Departement of the Interior’s (US-DOI) International Technical Assistance Program yang didampingi staf Direktorat Kawasan Konservasi berkunjung ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tepatnya di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) yang merupakan bagian dari area inti Cagar Biosfer Cibodas.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh alternatif referensi pengelolaan wisata berbasis masyarakat setempat. Hal ini akan digunakan sebagai pengembangan program pemberdayaan masyarakat pada beberapa kawasan hutan konservasi yang merupakan ruang lingkup kerjasama US-DOI dengan pemerintah Indonesia khususnya beberapa taman nasional yang menjalin persaudaraan melalui sister park.

PPKAB layak ditawarkan sebagai obyek pembanding mengingat beberapa kriteria: proses pengembangan dan pengelolaan secara kolaboratif bersama masyarakat sekitar (Forum Interpreter dan Bodogol Kampung Hoya); segmen pasar yang fokus pada pelajar, mahasiswa, pramuka, peneliti, wisatawan minat khusus; serta aktivitas wisata berupa pendidikan konservasi, penelitian, dan pengamatan satwa liar.

Sebelum menempuh perjalanan ke PPKAB, tim US-DOI menyempatkan hadir dan berbincang tentang tanaman hoya di Sentra Budidaya Hoya Bodogol – “Bodogol Kampung Hoya” (BKH) salah satu kampung di Desa Benda, desa penyangga TNGGP. Pengurus Bodogol Kampung Hoya menjelaskan tentang manfaat dari tanaman hoya, keragaman hoya di TNGGP, program pendidikan lingkungan, kolaborasi dengan para pihak, serta upaya peningkatan ekonomi masyarakat sekitar yang terintegrasi dengan upaya konservasi di TNGGP. “Very Cool” ucap Mr. Rick (leaders tim US-DOI) setelah mendengarkan penjelasan tersebut.

Selanjutnya tim melanjutkan perjalanan menuju PPKAB. Sesampainya di PPKAB tim menuju galeri foto keanekeragaman hayati di TNGGP dan dilanjutkan dengan menikmati hidangan tradisional bandrek dan goreng singkong Bodogol. Sebagai pengantar diskusi, Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Dadang Suryana, Senior Manager Terrestrial Program CI Indonesia Anton Ario, serta Koordinator Forum Interpreter PPKAB Andriansyah memaparkan kondisi umum TNGGP, sejarah, dan pola pengelolaan PPKAB.

Ditemani desiran dedaunan hutan hujan tropis pegunungan membuat diskusi semakin nyaman. Tiba saatnya tim melanjutkan perjalanan menuju “canopy trail” dengan didampingi interpreter yang menjelaskan tentang flora fauna yang ditemukan saat perjalanan di jalur interpretasi. Menapaki jembatan gantung di tengah lembah diantara pepohonan sambil melihat pemandangan khas pegunungan tropis merupakan pengalaman luar biasa.

Sumber: Bidang PTN Wilayah III Bogor – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango