TNGGP Mendukung Kemandirian Masyarakat Melalui Ekowisata

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali mengadakan pelatihan tentang ekowisata yang melibatkan sebanyak 30 peserta perwakilan dari internal pegawai, kelompok masyarakat sekitar, pemerintah Desa, dan mitra lainnya. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 27-28 Juni 2019. Praktek pelatihan dilaksanakan di kampung sekitar kawasan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) Resort Bodogol TNGGP yaitu Kampung Lengkong dan Bodogol “Kampung Hoya”.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, dalam pembukaan beliau menyampaikan bahwa, “TNGGP merupakan karunia Allah yang diberikan untuk kita dengan segala potensinya baik keanekaragaman hayati, keindahan alam, sumber air, maupun wisata alam. Dalam menjaga kelestariannya perlu pengelolaan yang sesuai kaidah konservasi”. Beliau juga menambahkan, bahwa trend perkembangan wisata alam di Indonesia yang cukup baik khususnya di Taman Nasional, maka sudah sepatutnya kita siap dalam menghadapi perkembangan tersebut. Tidak hanya pengelola, namun masyarakat di sekitar kawasanpun harus siap. Tidak hanya objek wisata alam yang ada di dalam kawasan, namun juga objek wisata alam yang ada di sekitar kawasan harus dikembangkan dan disinergikan. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan dijadikan (Gede Pangrango Research and Education Centre) karena pada hakekatnya keberadaan kawasan konservasi khususnya TNGGP itu harus bisa dinikmati masyarakat tentunya dengan cara yang bijak sesuai aturan yang berlaku. Peserta pelatihan pun penuh harap positif dengan “GEPREC” ini.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya dalam rangka revitalisasi Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) dan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar. Bulan Juli 2017 dilaksanakan pelatihan pengembangan wisata alam dan interpretasi; Mei 2018 pelatihan intrpreter dan penyusunan code of conduct interpreter masyarakat, pelatihan fotografi, pelatihan kuliner, dan pelatihan budidaya hoya; Oktober 2018 pelatihan perencanaan modul pendidikan konservasi; November 2018 Studi banding ke kampung wisata Cinangneng Bogor, dan studi banding ke Bandung (EcoCamp, kebun bunga Riazal, Pusat Budaya Hong, dan Tahura Juanda). Pelatihan kali ini menitikberatkan kepada penguatan produk wisata yang interpretatif di sekitar kawasan yang dikembangkan oleh kelompok masyarakat.

Wiwien T. Wiyonoputri, konsultan dari Jagaddhita sebagai narasumber pada pelatihan ini berharap bahwa kedepan para peserta yang terlibat pelatihan di TNGGP dapat menjadi “virus” penebar pemahaman dan keterampilan terkait ekowisata kepada kelompok masyarakat lainnya. Antara kelompok masyarakat harus saling mendukung dan saling melengkapi. Dalam kondisi tertentu kita tidak bisa melakukannya dengan tangan sendiri, kita perlu tangan-tangan orang lain, maka berkolaborasilah.

“Jika ingin berjalan cepat berjalanlah sendirian. Jika kamu ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama” (John F. Kennedy)
Salam Ekowisata!

Sumber: Bidang PTN Wilayah III Bogor Balai Besar TNGGP