Road Show Moli Telsi Di Sekolah Dasar Wilayah Bidang PTN Wilayah III Bogor

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bekerjasama dengan Yayasan Owa Jawa dalam Konservasi Owa Jawa dengan beberapa program yang meliputi Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa, Pendidikan Konservasi, Pengamanan dan Pemantauan, serta Pendataan dan Publikasi Informasi Konservasi Owa Jawa. Indonesia memiliki satu-satunya Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa atau dikenal dengan Javan Gibbon Centre (JGC) yang berlokasi di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Resort PTN Bodogol. Saat ini terdapat 16 individu owa jawa yang sedang direhabilitasi di lokasi tersebut. Komitmen TNGGP dan Yayasan Owa Jawa dalam pelestarian owa jawa mengingat kondisi populasi satwa ini tergolong ke dalam status terancam punah (Endangered Species) berdasarkan IUCN Redlist dalam kehidupan liarnya sehingga dikategorikan ke dalam 3 Satwa Prioritas TNGGP (selain Macan Tutul dan Elang Jawa).

Bentuk kegiatan lainnya sebagai tindaklanjut dalam kerjasama dengan Yayasan Owa Jawa melalui pendidikan konservasi, dilaksanakan kegiatan penyuluhan kepada sekolah tingkat Sekolah Dasar. Tim penyuluhan yang dibentuk melaksanakan kegiatan tersebut dinamakan Moli Telsi yang merupakan kolaborasi petugas TNGGP dengan staf dari Yayasan Owa Jawa. Istilah “Moli” berasal dari Hylobates moloch dan “Telsi” dari Nisaetus bartelsi yang merupakan nama ilmiah dari satwa Elang Jawa. Pada bulan September-Oktober 2019, tim Moli Telsi melakukan penyuluhan di 3 Sekolah Dasar yang tersebar di Resort PTN Cimande yaitu SDN Cinagara 02, Resort PTN Tapos pada SDN Citapen 02, dan Resort PTN Cisarua pada SDN Sukagalih 02 selama 3 hari (satu sekolah, satu hari).

Pada tanggal 30 September 2019, kunjungan ke SDN Cinagara 02 disambut dengan ceria oleh para siswa kelas VI. Kegiatan diawali dengan siswa mengisi soal pre test untuk mengetahui berapa jauh pengetahuan siswa tentang pengenalan taman nasional sebagai bagian dari hutan konservasi. Kemudian dilanjutkan pengetahuan/ wawasan mengenai peranan/ fungsi hutan konservasi/ taman nasional secara umum dengan bahasa dan istilah yang sederhana. Tentunya untuk menghidupakan suasana dalam ruangan tetap ceria sesekali diisi dengan games.

Penyampaian materi juga dilakukan secara kolaborasi dari TNGGP dan YOJ. Terkadang dikeluarkan celoteh dan gambar lucu sehingga membuat siswa tertarik. Setelah diberikan materi, siswa diajak untuk bermain games secara interaktif dengan games atau permainan yang mengandung pesan moral untuk diingat dan dipahami oleh para siswa. Strategi tersebut membuat para siswa terus semangat dalam menerima apa yang disampaikan kemudian dilajutkan dengan pemutaran film bertemakan konservasi. Seperti yang dituturkan oleh salah satu siswa SDN Cinagara 02, pesan yang dikandung dalam Film “Turtle World” bercerita bahwa kita harus menjaga hutan dan jangan menebang pohon di hutan karena alam bisa rusak,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah bagi siswa yang interaktif selama kegiatan pemberian materi dan metode yang dilakukan pada ketiga sekolah tersebut sama, untuk SDN Citapen dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2019 kemudian tanggal 2 Oktober 2019 di SDN Sukagalih 02. Sekolah yang dijadikan sasaran dari kegiatan ini karena lokasi sekolah berada di wilayah desa penyangga dan berdekatan dengan lokasi habitat owa jawa di TNGGP.

Ada hal yang berbeda dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dibandingkan kegiatan penyuluhan yang sebelumnya dilaksanakan yaitu tema khusus owa jawa yang diangkat. Harapan dengan dilakukan kegiatan ini, seluruh lapisan masyarakat mengetahui keberadaan owa jawa di TNGGP dan terlibat dalam upaya pelestarian minimal dengan melaporkan jika terdapat pencurian satwa liar ini di masyarakat. Siswa dapat menyampaikan kepada orang tua, tetangga, dan teman-temanya yang ditemui di sekitar tempat tinggalnya. Save our Gibbon….. Salam Lestari…….

Teks: Ratih Mayangsari – Penyuluh Kehutanan
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango