O T W Terintegrasi TNGGP Menuju Wbk Dan Wbmm

Bogor, 29 April 2021. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menyelenggarakan kegiatan kunjungan ke wilayah pengelolaan Bidang PTN Wilayah III dalam rangka Observasi Terhadap Wilayah (OTW). Rombongan tim terdiri dari Kepala Balai Besar, Kepala Bidang Teknis Konservasi, Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama, Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan serta Kepala Bidang PTN Wilayah III sebagai tuan rumah.

Kunjungan ini bertujuan melakukan monitoring, evaluasi program yang telah dijalankan sekaligus identifikasi perkembangan permasalahan yang dihadapi di tingkat tapak atau resort sebagai unit terkecil, menghimpun kebutuhan masing-masing resort untuk tahun 2022 dan data SIDAK KSDAE, serta penertiban administrasi Barang Milik Negara (BMN) melalui penyerahan Daftar Barang Ruangan (DBR). Namun, ada agenda terpenting yang dibawa dalam rangka melakukan sosialisasi atau memberikan pemahaman program TNGGP Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dalam 6 bulan kedepan, TNGGP mempersiapkan diri dalam membangun mentalitas budaya kerja pegawai yang terangkum dalam slogan “MaTul JaWa” dimana menyimpan makna Ma (Malu Korupsi, Tul (Tulus Bekerja), Ja (Jangan Terima Suap), dan Wa (Wajib Akuntabel).

Slogan tersebut merupakan salah satu dari nilai budaya kerja dalam Keputusan Kepala Balai Besar TNGGP Nomor:SK.173/BBTNGGP/TU.2/03/2021 dan merupakan turunan dari nilai-nilai luhur budaya kerja lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yaitu DJITOE yang terdiri nilai Dispilin, Jujur, Ikhlas, Tanggung Jawab, Profesional dan Kerjasama. Tentunya hal ini tidak mudah membutuhkan dukungan dan peran serta dari berbagai pihak terutama seluruh pegawai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Dalam rangka mempercepat implementasi pelaksanaan program menuju WBK dan WBBM, KLHK menetapkan Agen Perubahan Budaya Kerja yang disyahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 5/MENLHK/SETJEN/SDM.1/1/2021. Agen Perubahan ini memiliki peran sebagai role model, katalisator, penggerak perubahan dan penggerak pegawai, mediator, pemberi solusi dan penghubung antara pegawai dengan pimpinan. TNGGP terdapat 7 (tujuh) orang Agen Perubahan yang terdiri dari unsur pejabat Eselon II dan III TNGGP.

Agar sinergi pelaksanaan cita-cita TNGGP Menuju WBK dan WBBM dengan pelaksanaan fungsi/ program pengelolaan TNGGP maka dilakukan OTW dengan target yaitu 15 resort yang berada di TNGGP. Kesempatan kali ini Resort PTN Tapos dan Resort PTN Bodogol menjadi target kunjungan. Kedua resort tersebut dibawah naungan Bidang Pengelolaan TN Wilayah III Bogor. Kegiatan kunjungan dilaksanakan di Kantor Resort PTN Tapos, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupatem Bogor yang diawali dengan pemaparan tipologi resort, perkembangan program kegiatan 3P (Perlindungan, Pengawetan, dan Pemanfaatan) serta cita-cita resort dalam 3 tahun ke depan.

Ade Frima Nurcahya Intan satu-satunya Kepala Resort Wanita di TNGGP dalam penyampaiannya ingin mengedepankan upaya pemberdayaan masyarakat sebagai garda terdepan dalam menunjang fungsi pengelolaan karena Resort Tapos memiliki keterkaitan dengan masyarakat desa penyangga yang cukup tinggi, Resort PTN Tapos memiliki 4 desa penyangga dimana keempat desa telah memegang Ijin Pemanfaat Air (IPA) dan Ijin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA).

Sementara Resort PTN Bodogol sangat erat dengan kegiatan pendidikan konservasi yang ditunjang dengan adanya Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB). Impian dari Resort PTN Bodogol yang disampaikan oleh Kepala Resortnya, Agung Gunawan. Kami berupaya mewujudkan Bodogol “EDAN” (Effective-Efficient, Dedicative, Analytical, Novelty) bersama dengan mitra secara “EPIC” (Educative, Professional, Interactive, dan Creactive) dalam pengembangan wisata, pendidikan lingkungan, dan kerjasama.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting dari Kepala Balai Besar TNGGP yaitu: telah ditetapkan Lima Prinsip Kerja Pengelolaan TNGGP melalui Keputusan Kepala Balai Besar TNGGP Nomor:SK.174/BBTNGGP/TU.2/03/2021 yang harus dipedomani antara lain mengetahui isi/ potensi dari setiap jengkal wilayah kerja, mengetahui kondisi, tren dan sebaran dari isi/ potensi, mengetahui program intervensi pengelolaan berdasarkan data akurat, mengetahui tipologi masyarakat sekitar kawasan, mengembangkan nilai kemanfaatan kawasan untuk kelestarian kawasan, masyarakat dan bangsa yang mengacu pada Sepuluh Cara Baru Pengelolaan Kawasan Konservasi; impian dari resort agar dituangkan dalam bentuk kegiatan yang disusun berdasarkan skala prioritas dan diusulkan kepada Sub Bagian Program dan Kerjasama sehingga anggaran tahun 2022 sudah mengacu pada cita-cita di masing-masing resort. Selain itu juga, dalam rangka sosialisasi WBK dan WBBM, membutuhkan kerjasama semua pihak dalam meningkatkan budaya kerja khusus masing-masing pegawai. Menanggapi hal tersebut, pegawai lingkup Resort PTN Tapos dan Bodogol menyatakan siap mendukung TNGGP Menuju Zona Itegritas WBK dan WBBM.

Marilah kita dukung TNGGP sebagai Satuan Kerja Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Menuju WBK dan WBBM. MaTul JaWa…Yessss….

Teks: Ratih Mayangsari – Penyuluh Kehutanan
Dok: Bidang PTN Wilayah III Bogor & ITTO

#kementerianLHK
#menlhk
#klhk
#ksdae
#ksdaehebat
#bbtnggp
#tnggp
#gedepangrango
#cibodasbiospherereserve
#biospherereserve
#roadtohkan2021
#hkan2021
#harikonrvasialamnasional2021
#konservasialam
#tapos
#bodogol
#bogor