Ngariung Bersama Kth Binaan TNGGP Di Bogor

Selasa, 28 Januari 2020. Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melakukan pembinaan terhadap Kelompok Tani Hutan (KTH) di Bidang PTN Wilayah III Bogor yaitu KTH LBC Lestari yang berdomisili di daerah penyangga Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dan KTH Tunas Harapan di Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Tipologi masyarakat pada kedua KTH memiliki kesamaan yaitu kelompok masyarakat eks. penggarap lahan perluasan taman nasional. KTH LBC Lestari fokus dalam pengembangan wisata alam, sedangkan KTH Tunas Harapan bergerak dalam budidaya ikan air tawar. Masyarakat diarahkan memiliki mata pencaharian berbasis non pertanian dengan resiko rendah (low risk) terhadap kerusakan hutan namun memiliki manfaat ganda (multieffect) baik terhadap kawasan dan juga kesejahteraan masyarakat setempat.

Istilah “ngariung” dalam Bahasa Sunda yang artinya “berkumpul”. Berkumpul dalam rangka mengevaluasi kegiatan KTH pada kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha yang diharapkan terdapat peningkatan kapasitas dari tiga hal tersebut.

Pada pertemuan di KTH LBC Lestari diawali sambutan dari Kepala Seksi Pelayanan dan Pemanfaatan BBTNGGP, Sahyudin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan terhadap kelompok agar kegiatan pengelolaan wisata dapat bersinergi dengan aturan-aturan yang berlaku seperti dalam penerapan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dengan tetap memfasilitasi segala aspirasi dari masyarakat. Selain itu juga, kegiatan aktivitas wisata yang akan dijalankan oleh KTH dapat dinaungi dengan perizinan yang sesuai dengan potensi yang dikembangkan oleh kelompok seperti permohonan Ijin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) pada penyediaan makanan dan minuman, pemanduan, penyewaan alat kemping dan lainnya yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor:P.8/MenLHK/SetJen/KUM.1/3/2019 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam.

Selanjutnya, sambutan dari Kepala Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bambang Mulyawan sebagai salah satu Pembina di wilayah, menurut penuturan beliau, perjuangan KTH LBC Lestari dalam pengembangan inisiasi wisata alam perlu perjuangan panjang. Meningkatkan kapasitas SDM KTH agar terus dilakukan dan saatnya kelompok menciptakan magnet kunjungan wisata alam serta mengembangkan sayap untuk membangun jejaring ke para penggiat wisata sekitarnya.

Kemudian dilanjutkan penyampaian laporan oleh Ketua KTH LBC Lestari, Iyan Mulyana atas pelaksanaan kegiatan kelompok pada tahun 2019 diantaranya penataan embung air, budidaya lebah madu, dan pemeliharaan pohon kegiatan restorasi kawasan yang difasilitasi oleh PT.Tirta Investama-Plant Ciherang.

Menurut Iyan Mulyana, KTH LBC Lestari berupaya mengembangkan kegiatan wisata alam di dalam kawasan hutan dengan menawarkan paket wisata alam, kendala yang dihadapi salah satunya adalah perlu proses panjang untuk merubah paradigma seorang petani menjadi pengelola wisata. Saat ini KTH LBC Lestari memiliki program jangka pendek dan panjang dalam pengembangan wisata salah satu target jangka pendek dengan mengembangkan kemitraan kelompok dengan para pemuda Desa Cileungsi yang tergabung dalam kelompok penggiat outbond “Spirit” di wilayah Kecamatan Ciawi.

Selanjutnya pertemuan bergeser ke KTH Tunas Harapan, pertemuan dihadiri oleh pihak TNGGP, KTH Tunas Harapan, dan mitra dari Conservation International Indonesia (CII). Pertemuan diawali dengan sambutan Kepala Seksi PTN Wilayah V Bodogol, Amru Ikhwansyah. Beliau menyampaikan, KTH menjalankan usaha dengan mengandalkan pemanfaatan potensi air dari hutan sehingga sudah selayaknya masyarakat berkontribusi dalam pelestarian hutan karena menjaga hutan merupakan tanggungjawab kita bersama. CII juga selaku mitra TNGGP memfasilitasi kegiatan pemulihan ekosistem/ Green Wall di lokasi eks. garapan KTH Tunas Harapan dan pemberdayaan masyarakat.

Sejak tahun 2017, KTH Tunas Harapan melakukan budidaya ikan air tawar. Kelompok ini mengawali dengan budidaya jenis ikan lele, tetapi terdapat beberapa kendala yang dihadapi diantaranya selain memerlukan biaya operasional cukup besar dalam pengadaan pakan, ikan lele merupakan jenis ikan kanibal bila terdapat keterlambatan dalam pemberian pakan maka ikan lele akan memangsa ikan lainnya sehingga panen tidak maksimal. Saat ini, budiaya ikan mas lebih menjanjikan berdasarkan perhitungan modalnya dan kemudahan perawatan, ujar Yusuf salah satu pengurus KTH Tunas Harapan.

Dari hasil evaluasi terhadap KTH LBC Lestari dan KTH Tunas Harapan, keberhasilan dalam kegiatan pembinaan dari TNGGP terbukti dengan adanya perubahan pola pikir anggota kelompok menjadikan hutan sebagai aset tanpa melakukan ekspolitasi seperti halnya dahulu masyarakat sekitar melakukan aktivitas perkebunan. Selain itu adanya peningkatan kapasitas baik dalam kelembagaan, keterlibatan dalam pengamanan kawasan, dan pengembangan usaha yang terus dilakukan sehingga semboyan “Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo” tidak hanya ucapan belaka tetapi memiliki bukti nyata. Salam Lestari….

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Teks: Ratih Mayangsari
Foto: TNGGP