Merekatkan Kepentingan Masyarakat Melalui Air

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki potensi air yang luar biasa, sebagai hulu dari empat Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Citarum, Ciliwung, Cisadane, dan Cimandiri dengan jumlah areal pemanfaatan air sebanyak 94 sumber air (Keputusan Dirjen KSDAE nomor: SK.204/KSDAE/SET/KSA.3/5/2018). Menghasilkan debit air sebesar 231 milyar liter/ tahun (Otto Sumarwoto, 1994) dan dimanfaatkan lebih dari 30 juta jiwa di sekitar TNGGP. Dengan manfaat air begitu besar dan banyak pihak yang membutuhkan air maka seyogyanya kita semua dalam pemanfaatan air dilakukan secara bijak.

Sampai saat ini di Bidang PTN Wilayah III Bogor – Balai Besar TNGGP terdapat 13 Izin Pemanfaatan Air Non Komersial baik perpanjangan maupun izin baru. Masih akan terus didorong dan difasilitasi untuk pihak pemanfaat air lainnya untuk memproses izin, baik Non Komersial maupun Komersial.

“Tidak ada satupun makhluk hidup yang tidak perlu air, kita merasa bahagia kalau masyarakat mendapatkan manfaat yang besar dari kawasan TNGGP”, begitulah ungkapan pembuka Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor TNGGP pada acara sosialisasi Izin Pemanfaatan Air (IPA) Non Komersial yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2019. Sosialisasi ini merupakan salah satu amanat dari Peraturan Menteri LHK Nomor P.18/MENLHK/SETJAN/KUM.1/4/2019 tentang Pemanfaatan Air dan Energi Air di Suaka Margasatwa, Taman nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam.

Pada kesempatan sosialisasi yang dirangkaikan dengan penyerahan dokumen Izin Pemanfaatan Air serta fasilitasi penyusunan RKT dan Pelaporan, hadir tidak kurang dari sejumlah 11 Kepala Desa/ perwakilannya, 6 orang Ketua Kelompok Masyarakat/ Yayasan Pemanfaat Air, serta seluruh Kepala Resort PTN lingkup Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Pada sesi diskusi, para pemegang izin pemanfaatan air non komerisal begitu antusias saling bertukar informasi dan pengalaman. Pada intinya kita semua sepakat siapapun itu pasti perlu air, dan pastinya untuk menjaga kelestarian air maka kita semua wajib menjaga kelestarian hutan. Harapannya para pemegang IPA non komersial ini menjadi bagian dari “benteng” terdepan TNGGP dalam upaya melestarikan mata air bukan air mata. “Alam saja memberikan yang terbaik buat kita, masa kita tidak berikan yang terbaik pula untuk alam”, ucap salah satu peserta sosialisasi.

Para pemegang IPA sepakat untuk segera menyelesaikan dokumen RKT dengan muatan minimal berupa: Rehabilitasi kawasan, dukungan patroli pengamanan kawasan, kebersihan kawasan, pembuatan dan pemasangan papan informasi/ larangan. Untuk tetap menjaga silaturahim dan penyebaran informasi yang cepat antara pemegang IPA dan TNGGP maka akan dibuat “WhatsApp Group“.

Sumber: Bidang PTN Wilayah III Bogor – Balai Besar TNGGP