Merawat Peradaban Menjaga Alam Ala Gede Pangrango

Dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2020 yang jatuh pada hari Senin (10/08/2020) dengan mengusung tema “Merawat Peradaban Menjaga Alam”, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) berpartisipasi dalam mendukung kegiatan “Aksi Bersih Kawasan Konservasi”. Pelaksanaan aksi bersih ini diikuti oleh seluruh pegawai dan mitra BBTNGGP yang dilaksankan secara serentak di wilayah kerja baik di kantor Balai – Cibodas; Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Cianjur (air terjun Cibeureum, camping ground Mandalawangi, pos SIMAKSI Gunung Putri, kantor Resort Sarongge, dan kantor Resort Tegalega); Bidang PTN Wilayah II Sukabumi (kantor Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, curug Luhur dan kantor Resort Pasir Hantap, kantor Resort Goalpara, Blok Sordog Resort Nagrak, Tourist Information Center Situgunung, kantor Resort Cimungkad, dan kantor Resort Selabintana); serta Bidang PTN Wilayah III Bogor (PPKAB Bodogol, Curug Cikaracak – Resort Cimande, Obyek Wisata LBC Resort Tapos, dan Buper Barubolang Resort Cisarua).

Kegiatan dimulai dengan apel pagi di kantor Balai – Cibodas yang dipimpin oleh Wasja sebagai Kepala Bagian Tata Usaha. Pada sambutannya Wasja menyampaikan beberapa point penting amanah dari Kepala Balai Besar pada saat bersamaan menghadiri acara Aksi Bersih Sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta. Amanah yang disampaikan yaitu:

  1. Dalam rangka HKAN, memperkuat solidaritas seluruh bagian/ unsur di TNGGP dalam satu garis komando, untuk mencapai visi misi pengelolaan TNGGP;
  2. Perdalam pengetahuan tentang regulasi pengelolaan Taman Nasional sebagai bekal pelaksanaan tugas;
  3. Tingkatkan kehadiran petugas di lapangan, untuk menghindari Tindakan Pidana Kehutanan (Tipihut) dan/ atau kebakaran hutan dan lahan;
  4. Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat sebagai salah satu bagian penting pengelolaan Taman Nasional; serta
  5. Cari, kaji, dan temukan nilai kemanfaatan sumberdaya alam dalam kawasan dalam kerangka bioprospeksi.
    Lima point penting ini untuk mengingatkan kepada seluruh pegawai TNGGP sebagai bagian dari pengelolaan kawasan TNGGP.

Dilanjutkan dengan membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Acara Road to HKAN Tahun 2020 di TWA Angke Kapuk yang disampaikan oleh Buana Darmansyah, Kepala Bidang Teknis Konservasi. Konservasi berarti ada tiga hal yang tidak bisa terpisahkan, yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan. Salah satu isi dari sambutan tersebut yang selalu kami pegang sebagai konservasionis. Konservasi merupakan “rumah” bagi keanekaragaman jenis satwa dan tumbuhan, sehingga keberadaannya harus kita jaga dan pelihara, namun demikian kita juga tidak boleh melupakan aspek pemanfaatannya, potensi yang ada di dalamnya juga harus dapat kita manfaatkan bagi kepentingan masyarakat luas.

Kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih secara serentak di wilayah BBTNGGP yang ditayangkan melalui IG TV TNGGP https://www.instagram.com/tv/CDsVGqSg2qn/?igshid=16r576tr75wap dan zoom meeting bersama Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar TNGGP untuk memonitor pelaksanaan aksi bersih di setiap Bidang PTN Wilayah di TNGGP. Disambung dengan zoom meeting bersama Direktur Jenderal KSDAE dengan topik Aksi Bersih Sampah di Kawasan Konservasi dalam Rangka Peringatan HKAN Tahun 2020.

Aksi bersih dilakukan dengan mengambil sampah-sampah yang ada di lingkungan BBTNGGP dengan memilah dan menimbang sampah berdasarkan kategori: layak kompos, layak jual, layak kreasi, dan layak buang. Total sampah yang terkumpul seberat 878,55 Kg (408,60 Kg layak kompos; 54,55 Kg layak jual; 5 Kg layak kreasi; dan 410,40 Kg layak buang).

Sampah layak kompos, langsung diolah menjadi kompos dengan ditimbun menggunakan metode lubang berpindah atau menggunakan komposter. Sampah layak jual dapat dijual ke pengepul atau disumbangkan pada pemulung setempat. Sampah layak kreasi dapat diolah menjadi barang daur ulang dan akan dilakukan penilaian tingkat BBTNGGP. Dan sampah layak buang agar dikumpulkan di TPS dan segera diangkut ke TPA terdekat selambat-lambatnya dua hari setelah aksi bersih dilaksanakan. Aksi bersih sampah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan, walaupun terlihat sederhana namun sarat akan manfaatnya.

Pada kesempatan yang baik ini, mari bersama-sama melakukan konservasi alam. Konservasi alam tidak hanya sebatas di kawasan konservasi, karena itu mari kita mulai dari lingkungan kita masing-masing melalui hal-hal yang paling sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengendalikan sampah plastik, menjaga kebersihan sungai, menanam pohon, dan lainnya. Kita jadikan konservasi alam sebagai bagian dari sikap hidup kita sehari-hari agar selanjutnya berkembang menjadi budaya bangsa yang dapat kita wariskan kepada generasi-generasi penerus kita.

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango