Lestarikan Bumi, Sejahterakan Masyarakat

Cibodas, 23 November 2019. Jumat dan Sabtu tanggal 22 dan 23 November 2019, telah berlangsung Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Tingkat Nasional Tahun 2019. Bumi Perkemahan (Buper) Mandalawangi – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), menjadi “Sub Camp” dari “Main Camp” nya Cibubur Jakarta. Di “Sub Camp” Mandalawangi, para peserta diberi pelatihan tentang Krida “Reksawana”, khususnya tentang konservasi alam taman nasional.

Perkemahan yang bertujuan untuk mengenalkan upaya konservasi sumber daya alam insitu, (khususnya tentang taman nasional) ini diikuti sekitar 30 kontingen dari berbagai propinsi di Indonesia termasuk dua kontingen dari negara tetangga (Malaysia dan Timur Leste) dengan jumlah peserta sebanyak 490 orang (170 peserta yang berkemah dan 320 peserta lainnya sebagai Bindamping melakukan kunjungan wisata). Pada pelaksanaannya Balai Besar TNGGP bekerja sama dengan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Cianjur, Saka Wanabakti Cianjur, volunteer Balai Besar TNGGP, Unit Pelayanan Kesehatan (ULK) Edelweis – KPRI Edelweis TNGGP, dan mitra lainnya.

Mengawali kegiatan dilakukan bina suasana untuk mencairkan kekakuan komunikasi diantara para peserta, panitia juga dengan mentor. Selepas sholat Jum’at, dilangsungkan penyambutan dan serah terima para peserta Perkemahan dari Kwartir Nasional (Kwarnas) ke Kwarcab Cianjur, dan dari Kwarcab Cianjur ke Pimpinan Saka yang diterima dan disambut Kepala Balai Besar TNGGP.

Dalam kesempatan itu Ka Kwarcab Cianjur yang diwakili oleh Nana Suryana (Sekretaris Kwarcab), berpesan agar para peserta Pertikawan bersemangat dalam mengikuti kegiatan dan ilmu yang didapat dijadikan bekal untuk kehidupan. Hal senada juga disampaikan juga oleh Wahju Rudianto sebagai Pimpinan Saka, bahwa peserta diharapkan dapat memetik ilmu dari kegiatan ini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang disampaikan yaitu pengenalan taman nasional, pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, perlindungan hutan dan konservasi kawasan, pengenalan jenis pohon, pengenalan biota air, pemanduan, pengenalan alat navigasi darat, dan evakuasi pendakian. Untuk efektivitas kegiatan, peserta dibagi menjadi delapan kelompok yang dilaksanakan di delapan pos materi. Kegiatan Pertikawan lahirkan berbagai inovasi milenial salah satunya dengan mendokumentasikan kegiatan setiap kelompok dengan vlog yang dilombakan.

Malam harinya diisi dengan sharing hasil kegiatan antar kelompok dan pemutaran vlog kegiatan. Pemenang terbaik pertama jatuh pada kelompok “Pengenalan Jenis Pohon”, terbaik kedua kelompok “Pemanduan”, dan terbaik ketiga kelompok “Evakuasi Pendakian”. Acara diselingi dengan “malam keakraban” melalui penampilan per kontingen daerah.

Acara ditutup Sabtu, 23 November 2019 dengan pelepasan peserta dari Pimpinan Saka yang diwakili Wakil Ketua Pelaksana Kegiatan, Buana Darmansyah kepada Kwartir Nasional untuk menuju Junggle Land-Bogor. Dalam pelepasan, Wakil Ketua Pelaksana Kegiatan menyampaikan pesan, apa yang didapat dari kegiatan Pertikawan Sub Camp Mandalawangi – TNGGP semoga dapat menambah ilmu, pengetahuan, dan pengalaman bagi seluruh peserta sebagai generasi milenial.

Lestari dari kontingen Jawa Tengah menyampaikan kesan, “Dengan kegiatan Pertikawan 2019 dapat menambah pengalaman yang berarti terutama dalam materi pengenalan jenis pohon”. Begitu juga kesan senada dari kontingen DKI Jakarta, Reza Aksa Pratama, “Kegiatan Pertikawan dapat menambah pengalaman, ilmu yang bermanfaat, dan teman-teman yang luar biasa. Ucapan terimakasih kepada Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai penyelenggara Pertikawan di Sub Camp Mandalawangi”.

Di samping sub ”Camp Mandalawangi” di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango juga dilaksanakan perkemahan Pertikawan untuk Krida Bina Wana di Sub Camp Situgunung. Kegiatan di Sub Camp Situgunung dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungan dan Hutan Lindung (PDASHL) tanggal 21 sampai 22 November 2019. Dalam hal ini Balai Besar TNGGP berperan sebagai fasilitator penyedia lokasi kegiatan.

Pertikawan merupakan momentum yang dapat menambah semangat generasi muda untuk senantiasa memperbaiki diri dan berperilaku cinta hutan serta peduli lingkungan. Kegiatan ini diharapkan, generasi muda Pramuka akan menjadi pioner dan tauladan, yang menerapkan prinsip hidup bersahabat dengan alam dan peduli dengan lingkungan dari generasi ke generasi. Semoga!

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango