Lagi, TNGGP Bersama Mitra Tanam 2.000 Pohon

Cikereteg, 30 Maret 2019. Ini dia, wujud implementasi program konservasi keanekaragaman hayati (Kehati) berbasis masyarakat di BBTNGGP. Kerjasama dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (PT. TFJ) – Plant Cimande (Mayora Group) yang dimulai tahun 2017, kembali menggeliat. Di awal tahun ini, 2.000 batang pohon berhasil ditanam di zona rehabilitasi Blok Cikereteg Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor. Pada lahan seluas 4 Ha telah ditanam berbagai jenis pohon asli seperti seperti janitri, rasamala, puspa, salam, manglid, dan kilame.

Kegiatan ini dimulai dengan acara seremonial pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 ini sekaligus memperingati Hari Hutan Internasional tanggal 21 Maret dan Hari Air Sedunia tanggal 22 Maret, yang pada tahun 2019 ini bertemakan “Learn to Love Forest and Leaving No One Behind”.

Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto yang diwakili Dadang Suryana (Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor) menekankan bahwa hutan adalah masa depan milik bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu kepedulian semua pihak untuk menjaga lingkungan, hutan, dan kehati. Secara khusus kegiatan penanaman ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan debit air yang dihasilkan kawasan hutan TNGGP sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah di bawahnya.

Kepala Balai Besar TNGGP juga mengapresiasi kontribusi PT. TFJ – Plant Cimande (Mayora Group) dan masyarakat Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terlebih keterlibatan masyarakat eks penggarap dan masyarakat sekitar Blok Cikereteg dalam pelaksanaan kegiatan ini dari mulai persiapan lapangan, penanaman hingga pasca penanaman. Kedepan, secara berkala terhadap bibit pohon yang telah ditanam akan dilakukan pemeliharaan tanaman serta monitoring evaluasi.

Para pihak yang hadir pada kegiatan penanaman ini: Head M3 PT. TFJ, Factory Manager PT. TFJ Plant Cimande, CSR Manager PT. TFJ Plant Cimande, perwakilan Kecamatan Megamendung dan Ciawi, Danramil Cisarua – Megamendung, Danramil Ciawi – Caringin, Babinmas, Polsek Ciawi, Polsek Megamendung, Kepala Desa Bojong Murnia, tokoh keagamaan, tokoh masyarakat setempat, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), pejabat Eselon III dan IV, serta staf Bidang PTN Wilayah III Bogor – Balai Besar TNGGP.

Selain sebagai bentuk pemulihan ekosistem, kegiatan ini merupakan langkah konkret sebagai usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. semoga.

Sumber : Andie Martien Kurnia – PEH Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango