“konservasi Tidak Mungkin Sendiri”

Bogor, 8 Januari 2022. Istilah konservasi tidak mungkin sendiri begitu mendalam bagi sebagian orang mengerti betul prinsip konservasi. Istilah tersebut memang familiar di kalangan para pejuang konservasi seperti yang diutarakan oleh Bapak Suharyono, M.H., M.Si. M.Hum. saat menyampaikan sambutan dalam acara seremonial penanaman bersama PT. Tirta Fresindo Jaya yang bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di kaki gunung Pangrango tepatnya Blok Pasir Banteng Resort PTN Tapos.

Upaya konservasi hutan dan lingkungan membutuhkan perhatian semua pihak terlibat. Namun, untuk masyarakat awan istilah konservasi belum dipahami oleh semuanya. Melalui kegiatan penanaman pohon merupakan salah satu upaya mensosialisasikan agar masyarakat mengenal istilah dan memahami langkah yang dilakukan oleh setiap individu untuk bersama-sama berkontribusi dalam konservasi.

Penanaman pohon ini merupakan implementasi RKT kerjasama PT. Tirta Fresindo Jaya (PT. TFJ) dengan jangka waktu Kerjasama selama 5 (lima) tahun dari 2017 sampai dengan 2022, dengan target seluas 40 hektar atau 20.000 pohon dan tahun 2022 ini merupakan tahun akhir Kerjasama, bibit yang ditanam berjumlah 2.000 pohon pada luasan 4 hektar.
Berdasarkan laporan pelaksanaan RKT selama 4 tahun, target 40 Ha atau 20.000 pohon telah tercapai sehingga penanaman kali ini bisa dikatakan telah melebihi target.

Seperti yang dituturkan oleh Kepala Bidang PTN Wilayaah III, Dadang Suryana, S.Hut.T, M.Sc, apresiasi untuk PT. TFJ atas konsistensi dan komitmennya dalam upaya penyelamatan hutan. Sebelumnya dana CSR yang dihimpun berasal dari 2 anak perusahaan PT. TFJ yaitu Plant Cimande dan Plant Ciherang, penanaman kali ini didukung dari anak perusahaan baru yaitu Plant Muara Jaya. Sedangkan sambutan dari PT. TFJ disampaikan oleh Bapak Priangga selaku Dept. Head IRGA PT. TFJ-Plant Muara Jaya. Kegiatan penanaman pohon merupakan komitmen perusahaan untuk menjaga keberlangsungan ketersediaan air yang menjadi bahan baku produksi produk-produk PT. TFJ.

Kegiatan penanaman ini melibatkan masyarakat setempat yang tergabung dalam KTH Tapak Jagat yang berdomisili di Desa Citapen, Kec. Ciawi, Kab. Bogor. Untuk wilayah Bidang PTN Wilayah III memiliki 22 KTH binaan yang bergerak dalam kegiatan kehutanan dan pengelolaan wisata alam. Kepala Balai Besar TNGGP yang disampaikan oleh Bapak Wasja, S.H., organisasi KTH di Bidang PTN Wilayah III dapat bergerak aktif dan mampu berkontribusi dalam upaya pelestarian hutan serta dapat membangun perekonomian dalam pemanfaatan hutan dimana salah satunya dengan kegiatan wisata.

Kegiatan penanaman pohon bertepatan dengan peringatan Hari Perencanaan Gerakan Menanam 1 Juta Pohon. Momentum ini dapat diabadikan sebagai aksi nyata kepedulian dari masyarakat/ mitra dalam program tersebut. Sekitar 2 % atau seluas 604 hektar lahan TNGGP masih perlu dilakukan upaya pemulihan ekosistem yang tertuang dalam dokumen Rencana Pemulihan Ekosistem Hutan Tahun 2020-2024.

Ayo…siapa lagi yang mau berkontibusi dalam upaya penyelematan kawasan konservasi.”Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”. Salam Konservasi….

Teks ?: Ratih Mayangsari, S.Hut.
Foto?: Ayi Rustiadi, S.Si., Mukti Ahmad Sofyan dan ilham Syahida N.