Giat Menanam Di Wilayah TNGGP

Kegiatan penanaman dalam upaya pemulihan ekosistem terus dilakukan di Wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), baik yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) sendiri maupun oleh pihak luar/ mitra melalui program CSR-nya. Sebagaimana yang dilakukan oleh PT. Tirta Presindo Jaya (Mayora Group) (Sabtu, 02 November 2019). Kegiatan penanaman dilaksanakan di Blok Galudra, Resort PTN Sarongge, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Secara administrasi pemerintahan berada di wilayah Desa Galudra, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Pada acara simbolis tersebut telah ditanam sebanyak 100 bibit dari 1.500 bibit yang akan ditanam di blok tersebut, jenis bibit yang ditanaman berupa jenis kihaji, jalitri, rasamala, dan puspa.

Dalam kesempatan tersebut, pihak PT. Tirja Presindo Jaya yang diwakili oleh Factory Manajer, M. Zaidan Efendi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang wajib dilakukan perusahaan sebagai bagian dari kegiatan CSR-nya dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang telah bekerjasama dan mengizinkan pihak peruhaan untuk melakukan penanaman di wilayahnya. Kegiatan ini merupakan tahun ke-3 bagi perusahaan dan mudahan-mudahan pada tahun-tahun berikutnya masih dapat dilakukan di wilayah TNGGP. Sementara itu dari pihak BBTNGGP yang diwakili oleh Kepala Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Johanes Wiharisno menyampaikan terimakasih kepada pihak PT. Tirta Presindo Jaya atas partisipasinya dalam membantu TNGGP dalam upaya melakukan pemulihan ekosistem dengan melakukan kegiatan penanaman. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan penanaman sekarang mungkin tidak lagi wajib tetapi sudah menjadi hak bagi kita sebagai masyarakat yang peduli akan keutuhan dan kelestarian kawasan hutan khususnya TNGGP yang setiap saat tanpa kita sadari menerima manfaat akan keberadaan kawasan TNGGP. Dalam acara simbolis tersebut, sebagai bentuk dukungan dari pihak masyarakat sekitar turut hadir Kepala Desa Galudra, Asep Saepudin, dan Babinkantibmas Desa Galudra, Teten Jaelani.

Keutuhan dan keberadaan kawasan TNGGP sangat penting, sebagaimana diketahui keberadaan kawasan TNGGP sebagai habitat penting bagi beberapa satwa prioritas diantaranya owa jawa (Hylobates moloch), elang jawa (Spizaetus bartelsi). dan Macan tutul (Panthera pardus melas). Dan juga keberadaannnya dari fungsi hidrologis sebagai recharge area dan cathment area bagi wilayah di sekitarnya (Cianjur, Sukabumi, dan Bogor), bahkan sebagian ke wilayah Ibu Kota Jakarta. Tercatat sekitar 230 milyar liter air yang dihasilkan oleh TNGGP setiap tahunnya.

Semoga kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung bagi kawasan itu sendiri dan bagi masyarakat pada umumnya.

Teks: Asep Hasbilah – PEH Balai Besar TNGGP
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango