G E P R E C

Cibodas, 2 Juli 2019. Visi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sebagai Pusat Konservasi Hutan Hujan Tropis Pegunungan di Pulau Jawa yang Bermanfaat untuk Mendukung Pembangunan Wilayah dan Masyarakat. Dalam rangka mewujudkan kemanfaatan nilai-nilai keanekaragaman sumberdaya alam sebagai bentuk perwujudan dari visi tersebut, TNGGP melakukan optimalisasi pengembangan pengelolaan sebagai pusat pendidikan dan penelitian konservasi alam dengan branding “GEPREC” Gede Pangrango Research and Education Center.

Optimalisasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Dalam upaya jangka pendek dilakukan dialog antar stakeholders, menyiapkan tim efektif, penyusunan master plan, dan penyiapan materi pendidikan konservasi alam untuk murid dan guru. Dalam jangka menengah dilakukan sosialisasi kepada stakeholders serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Sedangkan dalam jangka panjang akan melengkapi sarana prasarana pendukung kegiatan pendidikan dan penelitian, peningkatan pelayanan kegiatan pendidikan dan penelitian berbasis internet; serta menjalin kerjasama dengan parapihak terkait.

Dialog stakeholders dilakukan dengan lembaga pendidikan dan lembaga penelitian. Dialog dengan lembaga pendidikan dilaksanakan Kamis, 20 Juni 2019 yang dihadiri perwakilan dari sekolah-sekolah binaan TNGGP, SD N Cimacan 1, SD N Cimacan 3, SD N Jaya Giri, SMP N 1 Cipanas, SMP Bina Utama, SMK N 1 Cipanas, SMK Futuhiyyah, SMK Ilmina Persada, MTSN 1 Cianjur, dan SD N Rarahan. Dengan lembaga penelitian dilaksanakan Selasa, 2 Juli 2019 dihadiri perwakilan dari Kebun Raya Cibodas, Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Bogor, Biologi FKIP Universitas Pakuan, Program Pascasarjana Universitas Pakuan, SEMEO Biotrop, Departemen Biologi IPB, Universitas Suryakencana Cianjur, Balai Penelitian Tanaman Hias, Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa, Ekowisata Kokasi/ Diploma IPB, dan LIPI Cibinong.

Dari dialog stakeholders ini diharapkan adanya saran/ masukan dalam rangka pengembangan TNGGP sebagai pusat pendidikan dan penelitian konservasi alam. Seberapa penting TNGGP dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan penelitian konservasi alam “GEPREC”? Apa yang perlu dikembangkan/ diperbaiki/ dibangun? Dukungan stakeholders untuk TNGGP sebagai pusat pendidikan dan penelitian konservasi alam?

Wahju Rudianto sebagai Kepala Balai Besar TNGGP, membuka dialog dengan menyampaikan maksud dan tujuan diskusi, kondisi umum kawasan TNGGP, isu strategis, permasalahan, serta memperkenalkan GEPREC/ Gede Pangrango Research and Education Center sebagai branding. Lebih lanjut beliau menjelasakan “Masih rendahnya pemanfaatan potensi kawasan TNGGP sebagai isu strategis dengan berbagai permasalahan: keanekaragaman hayati belum tereksplore secara menyeluruh dan belum terintegrasinya kebutuhan pendidikan dan penelitian, serta masih rendahnya publikasi ilmiah tentang TNGGP, maka dalam rangka mewujudkan kemanfaatan nilai-nilai keanekaragaman sumberdaya alam di TNGGP tersebut, perlu dilakukan optimalisasi pengembangan TNGGP sebagai pusat pendidikan dan penelitian konservasi alam”.

Secara umum, stakeholders dari lembaga pendidikan maupun lembaga penelitian berpendapat positif dengan pengembangan TNGGP sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Johan guru SMK N 1 Cipanas memberikan pendapat, “Forum ini merupakan forum yang sangat strategis, kegiatan yang mulia dan luhur. Keberadaan TNGGP memiliki nilai strategis dan nilai ekonomis, sehingga diharapkan ada kearifan yang dapat menimbulkan rasa memiliki yang tinggi, lebih jauh kedepannya anak didik dapat menyadari akan pentingnya lingkungan. Terjalinnya kerjasama antar beberapa stakeholders tentang pendidikan konservasi lingkungan dan dunia usaha lainnya yang berwawasan lingkungan serta bermanfaat bagi masyarakat. Namun masih adanya kendala yang ada yaitu terbatasnya informasi yang diperoleh perihal TNGGP”.

Yanuar guru SMP N 1 Cipanas menambahkan, “Kualitas pendidikan tidak hanya tanggung jawab sekolah akan tetapi juga tanggung jawab stakeholders lainnya seperti TNGGP. Ada keterkaitan program yang dilaksanakan TNGGP dengan mata pelajaran di SMP yaitu IPA dan IPS. Program yang disusun sangat ideal terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan terutama di Cianjur”. Dalam kesempatan itu Yanuar juga menyarankan agar birokrasi ijin pelaksanaan pendidikan lingkungan lebih dipermudah”.

Bagaimana dengan pendapat dari lembaga peneliti dan perguruan tinggi? Pada umumnya pihak ini pun mendukung pengembangan TNGGP sebagai pusat pendidikan dan penelitian konservasi alam. Fitri K. peneliti dari Kebun Raya Cibodas menyampaikan, “Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat penting dalam mendukung konservasi alam”. Fitri juga mengharapkan agar ke depannya dibuat MoU dan kerjasama yang saling menguntungkan untuk melanjutkan ide-ide kreatif yang sudah didesain melalui penelitian bersama sehingga tidak ada kendala.

Pada kesempatan yang sama, Dimas Prasaja dosen dari Biologi FPIK Universitas Pakuan, menambahkan, “Fakultas Biologi Universitas Pakuan mendukung pengembangan TNGGP sebagai pusat penelitian dan pendidikan serta praktek lapangan mahasiswa. Kolaborasi riset sangat diperlukan dengan output upaya konservasi dan publikasi jurnal ilmiah”.

Beberapa catatan penting yang dapat diambil dari hasil dialog stakeholders, yaitu:
1) Informasi tentang TNGGP belum merata tersampaikan sehingga harus ada strategi komunikasi yang tepat.
2) Prioritas materi yang diperlukan dalam pendidikan lingkungan yaitu pengolahan sampah dan kesadaran lingkungan.
3) Keberlanjutan program pendidikan lingkungan yang sudah ada di TNGGP.
4) Membangun skema penelitian bersama dengan meninventarisir kebutuhan penelitian dasar maupun terapan dan kebutuhan sarana prasarana yang diperlukan yang tersusun dalam roadmap.
5) Membangun kerjasama dalam kegiatan pendidikan dan penelitian konservasi alam melalui deklarasi bersama dan ditindaklanjuti dengan PKS antara Balai Besar TNGGP dengan lembaga pendidikan dan lembaga penelitian.

Dialog ditutup tepat pukul 12 oleh Kepala Balai Besar TNGGP. Dalam kesempatan ini Kepala Balai Besar menyampaikan harapannya, “Semoga TNGGP sebagai Pusat Pendidikan dan Penelitian Kosnervasi Alam dapat segera terwujud dalam rangka optimalisasi pemanfaatan potensi kawasan TNGGP untuk mendukung pembangunan wilayah dan masyarakat”.

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango