“billy” Tidak Sendiri

Kegembiraan masih kita rasakan dengan kelahiran si “Billy”, bayi owa jawa yang selamat pada operasi Caesar di Javan Gibbon Center TNGGP, pada tanggal 28 April 2018. Besar harapan bahwa primata ikonik Pulau Jawa bagian Barat ini bisa kita lestarikan, mengingat satwa liar hasil rehabilitasi yang bersifat monogami ini berhasil dipasangkan di Javan Gibbon Center dan melahirkan keturunan.

Kegembiraan seperti inipun kita rasakan terhadap dinamika populasi owa jawa di alam. Setiap tahunnya teramati satu individu lahir dari kelompok yang berbeda di site monitoring Resort Bodogol pada perioda tahun 2015-2017. Pada perioda yang sama terpantau pula satu individu baru disekitar tempat kelahiran “Billy” dan pada Tahun 2018 kita berharap akan ada kelahiran baru pada kelompok owa jawa yang hidup di habitat alaminya.

Kondisi owa jawa di Site monitoring Resort Bodogol tahun 2017, cukup menggembirakan dengan komposisi kelas umur dewasa sebesar 52%, remaja 39%, dan bayi serta anak 9%. Data ini menggambarkan peluang dan harapan besar akan keberlangsungan populasi owa jawa di habitat alaminya. Kalaupun ada owa dewasa mati, sudah ada calon penggantinya dari kelompok remaja. Demikian juga bila generasi remaja sekarang, sampai pada ajalnya, akan sudah tersedia penggantinya. Kondisi tersebut ini menunjukan bahwa habitat owa jawa di kawasan ini cukup baik dan bisa menjamin kelangsungan kehidupan satwa liar, khususnya owa jawa yang keberadaannya dimuka bumi ini sudah semakin langka. Tentunya kualitas habitat yang baik ini tercitpa atas kerja sama kita semua, terutama yang peduli dengan konservasi sumber dalam hayati dan eksositemnya.

Mari kita berdo’a dan berupaya agar terus lahir Billy Billy lainnya baik di habitat alaminya maupun di luar habitat alaminya.

Tulisan : Agung Gunawan (PEH)
Foto : Iyan Sopian (PEH)