32 Hari Mahasiswa Kehutanan Ipb Belajar Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Kamis 8 Agustus 2018, bertempat di ruang rapat Mandalawangi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), sebanyak 10 mahasiswa IPB mengikuti presentasi hasil Praktik Kerja Lapang Profesi (PKLP). Para mahasiswa telah melaksanakan kegiatan praktik lapang selama 32 hari (6 hari di kantor Balai, 10 hari di lapangan, dan 16 hari di desa penyangga). Terbagi ke dalam dua kelompok lokasi di Bidang PTN Wilayah I Cianjur (Resort Tegalega, Seksi Wilayah II Gedeh) dan Bidang PTN Wilayah III Bogor (Resort Tapos, Seksi Wilayah VI Tapos). Kegiatan ini adalah bentuk pemanfaatan kawasan taman nasional untuk pendidikan dan penelitian.

Tujuan kegiatan PKLP: mendapat pengalaman terkait manajemen kawasan konservasi, pengalaman bersosialisasi dengan masyarakat di desa penyangga kawasan konservasi, serta mengidentifikasi potensi dan manfaat kawasan konservasi.

Secara garis besar kegiatan praktik lapang tersebut dibagi ke dalam beberapa fokus kajian, yaitu: manajemen kawasan konservasi, monitoring satwa prioritas, ekploitasi tumbuhan sebagai obat yang dimanfaatkan masyarakat, manajemen ekowisata, jasa lingkungan hidrologi, serta pemberdayaan masyarakat di desa penyangga. Pelaksanaan PKLP menggunakan metode, penelusuran dokumen, diskusi/ wawancara, dan observasi lapang. Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah dirancang.

Potensi wisata yang disarankan dalam praktik lapang ini di antaranya wisata LBC (Lebak Ciherang), wisata Desa Cileungsi, wisata Curug Go’ong, wisata Kampung Paprika, dan wisata Desa Gekbrong. Setiap potensi wisata dikemas sesuai dengan potensi alam yang terdapat di setiap lokasi. Hasil yang dipresentasikan merupakan hasil wawancara dengan masyarakat, peninjauan lapang dalam menentukan fasilitas pendukung objek wisata, hingga analisis kendala yang kemungkinan akan muncul saat membangun sarana dan prasarana wisata.

Selain itu, peserta juga memaparkan hasil kegiatan camera trap, eksplorasi Rafflesia rochussenii, pengamatan potensi flora dan fauna lainnya, identifikasi pakan satwa prioritas Macan tutul (Panthera pardus melas), identifikasi tumbuhan obat, pemanfaatan jasa lingkungan hidrologi, serta pemberdayaan masyarakat di desa penyangga. Data yang dihasilkan dari kegiatan tersebut akan dihimpun dan dijadikan masukan bagi pengelolaan Taman Nasiona Gunung Gede Pangrango.

Pada acara penutupan dilaksanakan diskusi dan tanya jawab kepada seluruh peserta. Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama mewakili Balai Besar TNGGP berpesan, “Kegiatan PKLP dapat dijadikan sebagai kawah candradimuka bagi para peserta dalam menentukan jenjang karir pasca kampus kelak”.

Teks: Fauziyyah Amatullah Lamis