Yuks Guys… Jadi Pendaki Cerdas

Sobat Gepang, disadari atau tidak, saat ini mendaki gunung sudah berkembang menjadi suatu trend. Disamping untuk menjaga kebugaran tubuh, refreshing, kawula muda juga mulai sadar betapa indahnya panorama negeri nan elok ini, mulai laut, pantai sampai gunung. Bagi para pendaki, mengeksplore tempat-tempat pendakian yang belum pernah dikunjungi, merupakan kepuasan tersendiri. Semakin banyak puncak gunung ditaklukkan, kebanggan dan “gengsi” semakin tinggi. Masa muda memang masanya untuk selalu “eksis” dan mencari jati diri, puncak gunung adalah salah satu medianya.

Ingat Sobat Gepang!, mendaki gunung memang sangat positif untuk olah raga, menjaga kesehatan, disamping menikmati keindahan alam, refreshing, dan uji mental. Namun tentunya kita harus membekali diri dengan pengetahuan tentang tatacara melakukan aktivitas di alam bebas dan mematuhi aturan pendakian terutama di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Mendaki akan lebih menyenangkan, apabila kita menjadi pendaki cerdas, yaitu pendaki yang peduli terhadap diri, kawan, dan lingkungan serta patuh akan aturan yang ada dan menghormati petugas di lapangan.

Bagi Sobat Gepang yang ingin mendaki di kawasan konservasi, khususnya taman nasional harus punya komitmen untuk menjaga kelestarian alam. Kawasan konservasi mempunyai fungsi yang vital bagi kelangsungan kehidupan umat manusia, untuk itu kita perlu menjaga keharmonisan flora, fauna, dan ekosistemnya. Disinilah pentingnya kawan-kawan, menjadi “Pendaki Cerdas”.

Sekedar mengingatkan kembali ya Guys…, kawasan konservasi taman nasional bukan hanya “surga” untuk kita manusia saja melainkan juga “surga” bagi flora dan fauna yang ada di dalamnya. Nah, sekarang di tangan kalianlah “keutuhan, keaslian, kealamian, kenyamanan, dan kelestarian” Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Masih ingatkah tentang aturan, yang mesti kita ikuti untuk melakukan pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango? Yuks kita intip lagi apa saja sih yang harus diperhatikan saat melakukan pendakian di kawasan konservasi taman nasional:

  1. Sebelum melakukan pendakian harus urus dulu Surat Izin Memasuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Naik gunung pun minta izin dulu lhoo…ke kantor taman nasional melalui booking online, jangan menjadi pendaki ilegal ya Guys….
  2. Pendaftaran pendakian dilakukan secara online dan dapat dilakukan 2 bulan hingga 3 hari sebelum pendakian melalui website booking.gedepangrango.org dengan cara mengisi form aplikasi secara lengkap sesuai dengan ketentuan.
  3. Pendaki memiliki Surat Keterangan Sehat sesuai dengan SOP TNGGP yang menandakan kalau Sobat Gepang siap fisik melakukan pendakian.
  4. Sebaiknya para pendaki gunung juga menghormati etika konservasi. Misalnya tidak menangkap, membunuh, memberi makan, mengganggu, melukai satwa, dan/ atau membawa keluar satwa yang ditemui di kawasan. Membawa binatang peliharaan selama melakukan perjalanan atau pendakian di kawasan. Mengambil, memetik, memotong, dan membawa keluar kawasan tumbuhan/ tanaman atau bagian-bagiannya yang ada di kawasan konservasi, serta tidak membunyikan alat elektronik. Kasian kan satwa dan tumbuhan yang ada di dalam hutan kalau diganggu….
  5. Etika lainnya juga penting untuk diperhatikan. Banyak aturan tidak tertulis mengenai mendaki gunung. Sopan santun terhadap alam, bukan sesuatu yang mengada-ada namun hal tersebut penting diperhatikan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan perusakan alam, dan tidak melakukan vandalisme. Dan salah satu etika berjalan di gunung adalah berjalan bersama dalam rombongan, jangan meninggalkan teman. Nanti temannya akan ketinggalan dari rombongan dan ditakutkan akan tersesat sendirian, tiba-tiba sakit atau kecelakaan, nah lo…. Makanya itu, mendaki gunung ga boleh sendirian tapi harus berkelompok… minimal 3 orang, maksimal 10 orang.
  6. Pendaki membawa perbekalan minum dalam botol air minum yang bisa digunakan kembali (tumbler), membawa makanan alami, tidak membawa obat-obatan terlarang/ minuman beralkohol, membiasakan mengepak bahan makanan dalam kotak makanan yang bisa dugunakan berulang kali. Selain itu, tidak membawa produk yang sulit terurai seperti tisu basah dan kemasan styrofoam, serta mengurangi makanan dalam kemasan kaleng. Biar kalian tidak menjadi pendaki yang meninggalkan sampah di gunung.
  7. Membawa perlengkapan standar pendakian seperti raincoat, sepatu tracking yang menutup mata kaki, baju ganti, baju hangat atau jaket, sleeping bag, tenda, perlengkapan P3K, dan perbekalan yang cukup. Gak mau kan nanti dalam pendakian kalian kedinginan kena hypotermia dan kekurangan perbekalan?
  8. Berjalan melalui track yang sudah ditentukan, jangan sekali-kali membuat jalur track sendiri ya….gak mau kan kalian nyasar di tengah hutan?
  9. Mendaki gunung bagi pemula yang belum mendapatkan pendidikan dasar kegiatan outdoor atau pendakian dan belum mengerti medan sebaiknya didampingi guide lokal. Untuk pendaki pemula pendampingan oleh guide ini tidak hanya pengalaman mengerti jalan untuk sampai ke puncak gunung, tapi termasuk mental bagaimana menghadapi kondisi tidak terduga. Bagaimana harus mengambil keputusan saat kritis, dan mengkoordinir pendaki lain dalam tim ketika terjadi kekacauan di gunung.
  10. Penting memperhatikan cuaca saat mau melakukan pendakian dan jangan memaksakan diri saat cuaca tidak mendukung. Gak mau kan kalian naik ke gunung yang awalnya pengen menikmati alam malah musibah yang didapat…
  11. Utamakan keselamatan saat pendakian. Pengabadikan moment indah saat pendakian di media sosial (medsos) melalui foto “selfie” maupun “wefie” itu penting, namun jangan sampai mengabaikan keamanan dan keselamatan. Jangan sampe, “Jadi cape-cape naik ke puncak gunung hanya untuk ber-selfie dan ber-wefie ria terus dipamerin upload sosmed”.
  12. Dalam rangka peningkatan pelayanan aktivitas wisata pendakian di TNGGP, kita punya layanan Quick Response khusus untuk pendakian lo…di nomor 0263-519415. Dan untuk pelayanan informasi TNGGP di nomor 087 780 937 837.

Jadilah pendaki gunung yang cerdas… pendaki yang peduli diri, kawan, dan lingkungan serta patuh terhadap aturan dan menghormati petugas. Itu tidak akan mengurangi keseruan petualangan kita kok Guys…. Dengan sikap yang tepat, alam raya di TNGGP akan menyambut kita dengan tangan terbuka. Selamat mendaki gunung Sobat Gepang….

Ouh ya Sobat Gepang, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan mengadakan “Kampanye Pendaki Cerdas” saat acara Car Free Day (CFD) di Bundaran HI, Minggu tanggal 7 April 2019, dengan rute Plaza BCA (Jl. Thamrin) dekat Bundaran Hotel Indonesia – Ratu Plaza – Plaza BCA. Silahkan para Sobat Gepang yang mau gabung dalam acara tersebut…ditunggu ya partisipasinya….

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango