Upaya Restorasi Dan Reintroduksi Jenis-jenis Tanaman Lokal Dengan Pola Tanam Agroforestry Di Zona Pemanfaatan Konservasi Dan Kebun Masyarakat.

Peneliti: Ekasari, Indriani

Topik : Restorasi

Tahun : 2013

No. Pustaka:

Abstrak
Kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, sebagian besar wilayahnya berdampingan langsung dengan wilayah pemukiman masyarakat. Hal ini menyebabkan masyarakat dengan mudah memasuki wilayah konservasi untuk bercocok tanam serta mengambil hashil hutan guna mencukupi kehidupan mereka. Berbagai upaya restorasi kawasan telah dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan konservasi TNGGP sebagai kawasan konservasi in-situ termasuk melibatkan partisipasi masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Pemukiman masyarakat di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, berada berdampingan dengan kawasan TNGGP sehingga partisipasi masyarakat sangat diperlukan baik dalam hal penentuan pola tanam dan pemilihan jenis tanaman yang bernilai ekologi dan ekonomi. Pola tanam yang dapat mengakomodasi restorasi dan reintroduksi jenis-jenis tanaman di kawasan konservasi dan keinginan masyarakat adalah agroforestry. Pola tanam agroforestry merupakan pola tanam multi-strata (multi tajuk) yang terdiri dari tajuk tinggi, tajuk sedang, serta tajuk bawah yang masing-masing memiliki manfaat yang berbeda-beda. Pola tanam agroforestry ini akan diterapkan pada zona pemanfaatan konservasi dan kebun milik masyarakat sekitar kawasan konservasi. Pemilihan jenis-jenis tanaman lokal dapat digunakan pada pola tanam ini karena memiliki kemampuan adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi dan mampu mengembalikan keadaan kawasan konservasi seperti semula dalam waktu relatif cepat. Pemilihan jenis-jenis tanaman lokal yang sesuai dengan keinginan masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan penelitian lintas satuan kerja karena multi disiplin ilmu (ilmu hayati dan ilmu sosial). Kegiatan yang akan dilakukan adalah penelitian mengenai pendekatan terhadap masyarakat melalui studi PRA (Participatory Rural Appraisal), penelitian mengenai analisis vegetasi dan pertumbuhan tanaman dengan berbagai pola tanam agroforestry, serta penelitian mengenai teknik perbanyakan melalui pembangunan Kebun Bibit Desa (KBD).