Untuk Masyarakat Desa Penyangga TNGGP

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bekerjasama dengan PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk. memberikan bantuan berupa 1.000 paket sembako kepada Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (02/06/2020) untuk disalurkan kepada warga desa penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Paket bantuan kali ini merupakan kali kedua setelah bantuan tahap pertama diberikan (18/05/2020). Setiap paketnya berisi beras, gula pasir, minyak goreng, dan mie instan.

Bantuan paket sembako ini langsung didistribusikan ke desa penyangga TNGGP yang tersebar di tiga kabupaten (Cianjur, Bogor, dan Sukabumi) oleh masing-masing Resort Pengelolaan Taman Nasional di setiap Bidang PTN Wilayah. Sasaran utama penerima bantuan: masyarakat sekitar TNGGP yang terkena dampak pandemi COVID-19; anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), Kader Konservasi, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang kondisinya perlu dibantu; belum pernah mendapat bantuan dari TNGGP maupun mitra TNGGP; dan keluarga tidak mampu/ yatim/ jompo.

“Dengan paket bantuan ini, mudah-mudahan dapat membantu meringkan beban masyarakat sekitar kawasan TNGGP yang terdampak pandemi COVID-19,” demikian harapan Wahju Rudianto, Kepala Balai Besar TNGGP yang disampaikan saat pendistribusian bantuan kepada masing-masing Bidang PTN Wilayah.

Harapan Wahju, bersambut gayung dengan masyarakat desa penyangga yang menerima bantuan. Mereka menyambut dengan rasa syukur, “Terima kasih atas kepeduliannya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kementerian LHK, dan PT. Fajar Surya Wisesa, Tbk. “Bantuan ini sangat berarti untuk kami” katanya Ajudin salah satu penerima bantuan dari Kp. Panyusuhan, Desa Cihanjawar, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Selain memberikan bantuan berupa paket sembako, tentunya do’a selalu menyertai setiap petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Semoga kita semua selamat dari pandemi COVID-19 dan semoga musibah ini segera berakhir. Sehingga masyarakat penyangga bisa merawat kawasan konservasi tanpa dibayangi pandemi COVID-19. Tapi kami percaya masyarakat daerah penyangga bisa tetap menjaga kelestarian walaupun dimasa sulit seperti sekarang. Tetap semangat, di rumah lebih baik.

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango