TNGGP Menoreh Prestasi Kembali Dalam Ajang Hkan 2020

Bontang, Rabu (16/09/2020). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali menggelar acara peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), sebuah perhelatan tahunan yang secara rutin dilaksanakan dalam rangka kampanye konservasi alam. Kali ini penyelenggaraannya diadakan di Bontang Mangrove Park, Taman Nasional Kutai, Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 15 – 16 September 2020.

Direktorat Jenderal KSDAE memberikan penghargaan kepada pimpinan daerah, aparat pemerintah dan masyarakat atas komitmen, peran dan kontribusinya terhadap upaya konservasi sumber daya alam hayati dan pengelola Taman Nasional Kutai. Salah satunya Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali menorehkan prestasi pada HKAN 2020 dalam kategori Desa Binaan Konservasi sebagai peringkat terbaik I jatuh pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk yang berlokasi di Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur (daerah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) dan sekaligus memberikan pengharagaan kepada pendamping lapangan (Febriyani, S.Hut.) atas konsistensinya mendampingi masyarakat Desa Gekbrong sebagai desa binaan Balai Besar TNGGP.

Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk sejak tahun 2016 merupakan salah satu kelompok binaan Balai Besar TNGGP yang berada di wilayah kerja Resort Tegallega, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Kelompok tersebut layak mendapatkan apresiasi karena ikut berperan dalam menjaga kelestarian kawasan TNGGP serta membantu peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Selama 4 (empat) tahun terbentuk KTH Hejo Cipruk telah sukses melaksanakan 3 (tiga) Aspek Kelola dalam kelompok, yaitu Kelola Kelembagaan, Kelola Konservasi, dan Kelola Usaha. Dengan terlaksananya 3 (tiga) aspek kelola tersebut pada tahun 2017 KTH Hejo Cipruk telah memiliki legalitas akta notaris dan tahun 2019 ditetapkan sebagai kelas KTH Madya oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Peran aktif KTH Hejo Cipruk terhadap kelestarian kawasan TNGGP selama ini sangat tingggi, beberapa kegiatan konservasi yang telah dilakukan oleh KTH Hejo Cipruk diantara membantu pemulihan ekosistem kawasan (penanaman pohon dan penyediaan bibit tanaman), ikut serta dalam mensosialisasikan kelestarian kawasan ke masyarakat luas, membantu dalam menjaga keamanan kawasan (patroli kawasan dan monitoring keanekaragaman hayati).

Pengembangan alternatif ekonomi yang dilakukan oleh KTH Hejo Cipruk semakin berkembang dengan bertambahnya jenis usaha yang ada di kelompok antara lain pertanian ramah lingkungan (budidaya paprika, aneka tomat, dan melon); prodak olahan sayuran (manisan sayuran, puding paprika, dan bolu butter nut); serta wisata agro dan wisata minat khusus (wisata curug goong, kemah, dan riset). Pengembangan usaha yang dijalankan KTH Hejo Cipruk berpengaruh nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan TNGGP, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Cianjur sebagai Sentra Budidaya Paprika Kabupaten Cianjur. Saat ini sebanyak 53 KK yang berdampak langsung dengan adanya kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh Kelompok.

Prestasi lainya yang diraih dari KTH Hejo Cipruk dalam ajang Wana Lestari kategori Kader Konservasi (Uden Suherlan/ Wakil Ketua KTH Hejo Cipruk) sebagai pemenang terbaik I Tingkat Provinsi dan terbaik ke IV Tingkat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2019, serta beberapa prestasi lainnya dari Kementerian Pertanian.

Keberhasilan ini bukan dengan mudah dapat diraih, namun perlu proses yang berkelanjutan. Selain dari faktor modal sosial yang dimiliki oleh anggota KTH Hejo Cipruk juga karena adanya jaringan mitra dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari tim pendamping lapangan, Balai Besar TNGGP, pemerintah Desa Gekbrong, instansi terkait, dan mitra lainnya yang mendukung dalam pengembangan SDM maupun usaha KTH Hejo Cipruk.

Terimakasih kepada para pihak atas keberhasilan KTH Hejo Cipruk dan semoga dengan pemberian apresiasi dalam rangka HKAN 2020 ini menjadi semangat bagi kelompok, serta semakin luas masyarakat yang berperan aktif dalam kelestarian kawasan dan memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan usaha kelompok.

Teks: Febriyani, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Muda
Dok: Panitia HKAN 2020
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango