Tekhnik Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (studi Kasus Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat).

Peneliti: Susanti, E.S

Topik : Sosek

Tahun : 2002

No. Pustaka:

Abstrak
Interaksi sosial antara pengelola taman nasional atau petugas dengan mayarakat setempat menunjukan bahwa 68.89% masyarakat mengenal petugas dan sisanya 31.11% masyarakat tidak mengenal sama sekali petugas. Hal ini di sebabkan masyarakat yang tidak kenal dengan petugas itu adalah masyarakat yang tempat tinggalnya jaugh dari kawasan taman nasional tersebut, dan jumlah tersebut paling banyak terdapat pada kampong nagrog dan interaksi sosial yang terjadi di antara petugas dan masyarakat rendah. Sedangkan persepsi masyarakat terhadap TNGP di kampong-kampung tempat lokasi peraktek seluruhnya hampir menyatakan hal yang positif. Hal ini dikarenakan oleh adanya kegiatan pembinaan yang intensif dilakukan oleh petugas pencapaian kesepakatan dari para tokoh adat setempat dan diharapkan petugas TNGP lebih bersosialisasi dengan masyarakat serta memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat. Tujuan peningkatan parti sipasi masyarakat dapat di arahkan pada beberapa saran yaitu (1). Peningkatan partisispasi masyarakat sebagai strategi, strategi ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat dalam pengembangan pengelolaan taman nasional. Upaya yang dilakukan sangat membantu untuk mendapatkan keberhasilan di dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa sampai tahap pengembangan masyarakat desa. (2). Peningkatan partisipasi masyarakat sebagai alat komunikasi, alat untuk mendapatkan informasi dari masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Masyarakat sekitar taman nasional di ajak untuk membicarakan pemasalahan yang sedang di hadapi oleh pihak taman nasional. (3). Peningkatan partisipasi masyarakat sebagai alat penyelesaian konflik, dilakukan melalui upaya pencapaian konsesus dari pendapat-pendapat tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat dalam rangka penyelesaian konflik, karena secara tidak langsung tokoh adat atau masyarakat tersebut mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat sekitar.