Studi Prilaku Makan Owa Jawa (hylobates Moloch Audebert, 1789) Di Sub Seksi Wilayah Konservasi Salabintana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Peneliti: Muhammad Syihabuddin

Topik : Fauna

Tahun : 2002

No. Pustaka:

Abstrak
Owa Jawa (Hylobates moloch Audebert, 1789) merupakan salah satu jenis primata endemik pulau jawa bagian barat yang populasinya saat ini semakin menurun. Penurunan populasi ini diduga karena perburuan liar, Fragmentasi habitat dan berkurangnya luasan habitat. Owa jawa di nyatakan sebagai hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Perlindungan binatang liar tahun 1931 Nomor 266, SK mentan No. 54/KPTS/Um/1972 dan peraturan pemerintah No.7 tahun 1999.TNGP memiliki berbagai jenis satwa liar, diantaranya adalah Owa Jawa (hylobates moloch).  Akibat kelangkaan dan terbatasnya daerah penyebaran Owa tersebut, jenis ini telah ditetapkan sebagai salah satu jenis satwa yang dilindungi dan juga tercatat sebagai jenis satwa dengan kategori penting (Endangered) dalam Red Data Book yang dikeluarkan oleh IUCN tahun 1982. Secara umum owa termasuk omnivore, hanya sebagian kecil anggotanya memiliki diet twerbatas dan bahkan tidak ada  yang sangat terbatas seperti pada mamalia lainnya. Selain Owa, samua genus Hylobates adalah pemakan buah dan daun. Informasi tentang perilaku makan owa jawa perlu diketahui sehingga hali ini  merupakan salah satu dasar penting dalam pengelolaan populasi owa jawa, baik in-situ maupun ex-situ, karena sumber pakan dan perilaku makan dapat menetukan kesehatan dan kesejahteraan populasi owa jawa. Kegiatan utama yang dilakukan owa adalah bersuara, berpindah atau melakukan perjalanan, istirahat atau diam, makan dan minu. Kegiatan lainnya adalah bermain dan berkutu-kutuan. Aktivitas harian owa di mulai pukul 05.45-06.10 WIB, berakhir pada pukul 16.50-17.30 WIB. Jumlah total pengamatan waktu aktivitas harian adalah 62 jam dalam 7 kali pengamatan dengan rata-rata 8.5 jam per hari (8.5 ± 0.36). lama waktu tersebut dialokasikan  untuk bersuara selama 20 menit, berpindah selam 1 jam 45 menit, aktivitas istirahat atau diam selam 3 jam 15 menit, makan selama 4 jam 30 menit. Dalam melakukan aktivitas makannya, owa tidak mempunyai waktu yang khusus. Kapan pun ditemui di pohon pakan, disitulah melakukan aktivitas makan dimulai. Mulai pagi hari setelah bangun tidur sampai sesaat sebelum tidur di temui owa melakukan aktivitas makan. Kegiatan makan meningkat setelah matahari terbit dan cuaca muali terang, dimana aktivitas makan mulai meningkat pukul 08.00-09.00 dengan waktu yang di habiskan  di tiga lokasi yaitu  Blok Cimahi (40.2 menit), Blok Cimanaracun (39.2 menit), dan Blok Puspa (34.2 menit). Selanjutnya aktivitas makan menurun da meningkat lagi  pada pukul 15.00-16.00, hal ini ditandai dengan menetapnya owa  pada satu pohon yang menjadi sumber pakannya. Cara makan owa dilakukan sebagian besar dilakukan dengan tangan kiri. Perbedaan penggunaan tangan kanan dan kiri untuk aktivitas makan adalah 1:2. Pada jantan dewasa dan betina dewasa, tangan kiri sangat dominan dalam mengkonsumsi makanan, sedangkan untuk bayi penggunaan tangan untuk makan seimbang. Posisi makan owa jawa dapat di bagi dalam dua kelompok yaitu posisi duduk dan bergantung. Posisi makan bergantung lebih banyak dilakukan memegang cabang atau ranting, sedangkan tanga kiri berperan aktif untuk mencari. Memilih dan memasukan makananan ke mulut. Bagian-bagian pohon (batang, cabang, ranting dan ujung ranting) sangat berkaitan dengan aktivitas makan secara umum, yang memiliki letak dan posisi makan. Bagian ranting pohon yang paling banyak dipakai dalam aktivitas makan (48.7 %), sedangkan ujung pohon yang paling sedikit digunakan untuk aktivitas makan. Bagian ujung ranting pohon yang digunakan apabila aktivitas