Studi Neraca Air Pada Daerah Tangkapan Air Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Peneliti: Sjamsudin, Apriyanto

Topik : Jasling

Tahun : 1996

No. Pustaka:

Abstrak
Telaah lapangan dilakukan selama 2 bulan dari tanggal 1 Febuari sampai 1 Maret 1996. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui neraca air bulanan dan serkaligus untuk mengetahui keadaan umum air pada daerah ini. Data sekunder unsur-unsur iklim diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika darmaga (Stasiun Klimatologi Pacet, Citeko, Dinewati, Goalpara). Seperti curah hujan rata-rata bulanan, suhu udara rata-rata bulanan, dan data fisik tanah (dianalisa melalui labotarium Fisika Tanah IPB). Disebabkan keterbatasan data terutama data unsur-unsur iklim, maka di gunakan Metide Thornthwaite dan Mather pada perhitungan neraca air. Hasil perhitungan neraca menyimpukan bahwa Daerah Tangkapan Air TNGP merupakan daerah yang sangat basah  dengan tipe iklim A hingga C menurut klasifikasi Schmidth – Ferguson, sedangkan menurut klasifikasi iklim Koppen daerah ini bertipe iklim Af dan Am (daerah hutan huajn tropik yang selalu basah dan daerah dengan musim kemarau yang pendek/curah hujan tahunannya tinggi),sehingga sangat relevan sebagai daerah tangkapan air (Catcthment Area) pada wilayah Bandung, Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Jakarta. Hal ini didukung  karena pada ketiga peluang curah hujan (70%, 80%, 90%) tidak pernah mengalami periode defisit air. Analisis data curah hujan menunjukan bahwa curah hujan rata-rata bulanan relatif tinggi di bandingkan daerah-daerah lain di sekitarnya. Pada curah hujan p?70% limpasan air terjadi pada bulan april (224 mm), limpasan air, dan limpasan air terendah terjadi pada bulan Agustus. Pada curah hujan (p?80%) limpasan air terbesar terjadi pada bulan april (201 mm), sedeangkan limpasan air terendah pada bulan september (43 mm). Sementara pada curah hujan dengan p?90%, limpasan air terbesar terjadi pada bulan april (171 mm), dan limpasan air terendah terjadi pada bulan september (22 mm). Limpasan air di kawasan TNGP dipengaruhi oleh faktor curah hujan, tipografis jenis tanah, dan penggunaan lahan. Selain itu TNGP juga memiliki suhu udara rata-rata bulanan yang relatif lebih rebdah di bandingkan daerah-daerah lain di sekitrnya. Secara umum Topografi TNGP mempunyai kemiringan lereng yang sangat curam, sebagian besar 0% hingga 50%. Penggunaan lahan di daerah Tangkapan Air TNGP sebagian besar di gunakan untuk pengembangan tanaman hortikultura, tanaman lahan kering, tanah hutan, dan sedikit pemanfaatan lahan sawah. Kawasan TNGP haruslah merupakan wilayah tertutup (villa, hotel, restoran tidak perlu dibangun lagi dan perlu adanya penertiban dan peninjauan lebih lanjut terhadap bangunan-bangunan yang ada mengenai  tingkat kelayakanya). Perlu penelitian lebih lanjut mengenai aspek-aspek iklim hidrologi yang mendasarkan pada data-data iklim yang lengkap, sehingga dapat di ketahui keadaan umum cuaca maupun keadaan air yang lebih akurat pada kawasan TNGP.