Sterilisasi Dan Relokasi Kucing Rumahan (feral) Dari Dalam Kawasan TNGGP

Berapa waktu yang lalu kalau anda berkunjung ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) khususnya jalur wisata Cibodas – Curug Cibeureum, mungkin ada yang pernah melihat beberapa ekor kucing. Kucing hutan? Pertanyaan itu mungkin terlintas di pikiran anda karena memang itu ditemukan di hutan, walaupun kenyataannya itu kucing rumahan. Ya, kucing rumah yang hidup di hutan. Agak miris memang karena hidup bukan pada habitat aslinya, dikhawatirkan kucing yang sudah bisa beradaptasi tersebut akan merusak ekosistem taman nasional atau rantai makanan, karena menurut beberapa laporan pengunjung pernah dilihat memangsa burung-burung kecil dan telornya yang bersarang di semak-semak. Kucing sebagai pemangsa baru bagi burung-burung endemik TNGGP.

Sebagai pengelola kawasan konservasi, Balai Besar TNGGP khususnya Resort PTN Cibodas sudah berupaya menurunkan kucing-kucing yang berada di hutan tersebut ke sekitaran Kp. Rarahan (Cimacan). Tak kurang dari 4 ekor menurut catatan kami, namun ternyata upaya tersebut seakan sia-sia karena beberapa hari kemudian itu kucing sudah kembali ke jalur Curug Cibeureum.

Demi kepentingan keaslian ekosistem taman nasional dari intervensi aliens spesies dari luar dengan kekhawatiran kucing-kucing rumah yang mengganggu keseimbangan ekosistem, tanggal 29 – 30 Juli 2019, TNGGP mengundang Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang diwakili oleh drh. Mariana sebagai veteriner beserta anggota tim yang berkompeten menangani penanganan medis hewan peliharaan ataupun hewan liar untuk mensterilkan kucing tersebut agar perkembangbiakannya bisa dibatasi.

Penangkapan kucing dilakukan 2 hari sebelumnya dimana petugas Resort PTN Cibodas dibantu Masyarakat Mitra Polhut (MMP) berhasil menangkap 2 ekor kucing dan proses sterilisasi dilaksanakan Senin 29 Juli. Kucing yang sudah disterilkan, setelah 2 hari akan direlokasi ke tempat penampungan kucing atau diadopsi oleh yang berminat memelihara.

Berhubung masih ada 2 ekor lagi yang belum tertangkap, petugas dan pihak JAAN masih berupaya sampai hari Selasa, 30 Juli namun kucing tidak dapat ditemukan di kawasan wisata Cibeureum. Meskipun kucing-kucing itu bukan kucing liar akan tetapi ketika berada di hutan menjadi susah untuk ditangkap. Diperlukan beberapa upaya lain agar dapat ditangkap, disterilkan, dan dikeluarkan dari kawasan TNGGP. Pihak JAAN siap membantu TNGGP kembali untuk mensterilkan lagi, apabila kucing-kucing tersebut dapat tertangkap.

Teks: Ida Rohaida