Siaran Pers Bupati Cianjur Mendukung Kelanjutan Program Cwmbc

Bupati Cjr

Penyampaian Sambutan oleh Bupati Cianjur

Bupati Cianjur, Drs. H Tjetjep pada hari Kamis 26/11/2015 memberikan pernyataan untuk mendukung kelanjutan program pelestarian hulu DAS Cianjur (Citarum Watersheed Management and Biodiversity Conservation). Pernyataan tersebut disampaikan pada acara seminar exit strategy ICWRMIP-CWMBC di kantor Bappeda yang dihadiri dari perangkat SOPD Cianjur, perangkat desa dan kecamatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial serta kelompok masyarakat. Program CWMBC merupakan program hibah dari GEF-ADB dalam payung program Integrated Citarum Water Resource Invesment Program (ICWRMIP) yang dijalankan oleh 5 kementerian meliputi Kementerian PPN/ Bappenas, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program yang telah dijalankan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrang (TNGGP) sejak tahun 2011 ini telah mendapat apresiasi dari Bupati Cianjur.
Tjetjep menyebutkan bahwa masyarakat Cianjur memerlukan hutan  untuk menopang kebutuhan sehari-hari dan mendorong jalannya roda ekonomi Cianjur. “air yang selama ini kita nikmati dari PDAM Cianjur adalah air dari mata air Cirumput. Kita bersyukur telah melewati musim kemarau tanpa kekeringan air. Supply air Cirumput ini berasal dari hutan dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango” ujar Tjetjep. Lanjut Tjetjep bahwa selama ini Balai Besar TNGGP telah melakukan pemeliharaan hutan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Cianjur.
Sedangkan pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar TNGGP, Ir Herry Subagiadi memberikan informasi sekaligus melaporkan hasil-hasil yang telah dicapai dari program CWMBC. Kepada Bupati dan SOPD Cianjur, Herry menerangkan bahwa program CWMBC telah dilaksanakan di lima kecamatan meliputi Kecamatan Cipanas, Pacet, Cugenang, Gegbrong dan Warungkondang. Lanjut Herry dalam pelaporannya menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang dijalankan pada program CWMBC ini memiliki 4 tema utama meliputi penguatan database keanekaragaman hayati dan penguatan pengelolaan, restorasi hutan, pembiayaan berkelanjutan/ imbal jasa lingkungan serta kegiatan pemberdayaan masyarakat dan model desa konservasi. Program CWMBC menurut Herry dijalankan di dua belas desa di lima kecamatan yang meliputi Ds Ciputri, Ds Tegalega, Ds Kebonpeuteuy, Ds Padaluyu, Ds Cimacan, Ds Kebonlamping, Ds Sukamulya, Ds Ciloto.Ds  Sukatani, Ds Galudra, Ds Sarampad, Ds Sindangjaya. Herry juga menyampaikan beberapa program pemberdayaan masyarakat di kedua belas desa tersebut. Beberapa program telah menunjukan hasil positif namun ada juga lokasi yang belum menunjukan hasil positif. Dalam program CWMBC tersebut lanjut Herry, Balai Besar TNGGP telah memberikan bantuan domba sebanyak ± 190 ekor sejak 2011 dan saat ini telah berkembangbiak menjadi ± 330 ekor.
Bupati Cianjur, Tjetjep memberikan apresiasi atas bantuan-bantuan yang diberikan oleh Balai Besar TNGGP. Tjetjep juga memberikan arahan kepada masyarakat yang hadir dalam acara seminar tersebut untuk serius memelihara hewan ternak yang diberikan oleh Balai Besar TNGGP. “semua bantuan ini jangan disalahgunakan karena ini amanah untuk bapak/ibu sekalian agar bapak/ibu mendapatkan tambahan penghasilan” ujar Tjetjep kepada audien.
Pada kesempatan acara seminar ini, Herry juga menyampaikan terima kasih kepada beberapa SOPD yang telah membantu dalam pelaksanaan program CWMBC sejak 2011 meliputi Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang telah membantu pelaksanaan penanaman untuk pemulihan hutan; Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan yang telah membantu memberi pelayanan kesehatan hewan ternak kepada masyarakat penerima bantuan; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah ikut memberikan pelatihan pemanduan wisata; Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang telah ikut berkontribusi memberikan peralatan dan perlengkapan usaha pada masyarakat. Disamping berbagai hasil dan dampak, Herry juga menyampaikan berbagai kendala dalam pelaksanaan kegiatan CWMBC. Menurutnya bahwa program ini memerlukan bantuan dan peran aktif dari berbagai pihak sesuai tugasnya. Herry juga menyampaikan kebutuhan peran aktif para pihak ini untuk menghadapi kelanjutan program CWMBC yang akan berakhir pada Mei 2016.
Dalam kegiatan seminar exit strategy CWMBC ini pun dilakukan proses penandatanganan piagam kesepakatan antara Pemerintah Pusat (Balai Besar TNGP) dan Pemerintah Daerah meliputi Bappeda Cianjur, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Lingkungan Hidup Daerah, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dan Bupati selaku kepala daerah Kabupaten Cianjur. Piagam kesepakatan ini sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah untuk melanjutkan program CWMBC bersama-sama dengan Balai Besar TNGGP. Tjetjep mengatakan bahwa kelanjutan program CWMBC harus didukung dari anggaran APBD. Hal ini dilakukan agar program yang telah berjalan tidak dilepas karena berakhirnya bantuan hibah dari GEF-ADB.
Bupati Cjr2Proses penandatangan piagam dilakukan dengan khidmat dilakukan oleh masing-masing kepala dinas bersangkutan. Menurut Herry bahwa piagam kesepakatan hanya awal dari kerjasama untuk menunjukan kesamaan tujuan. Piagam kesepakatan ini akan ditindaklanjuti dengan koordinasi intensif dan upaya menyusun rencana aksi secara bersama-sama. Rencana aksi bersama ujar Herry akan dilakukan pada rapat koordinasi yang akan dilaksanakan awal tahun 2016 sebelum berakhirnya bantuan program CWMBC Mei tahun depan.