Perpaduan Hobi Bertualang Offroad Dengan Patroli Pemantauan Kawasan

Patroli atau pemantauan kawasan merupakan kegiatan melekat yang menjadi tugas pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dalam menjaga potensi keanekaragaman hayati di dalamnya, yang mutlak dilaksanakan oleh petugas taman nasional di lapangan/ wilayah resort maupun seksi baik itu Polhut, PEH, Penyuluh ataupun fungsional umum lainnya. Standar Operasional Prosedur (SOP) patroli di TNGGP merupakan hal baku yang sudah menjadi pegangan setiap petugas dalam melaksanakannya, adapun penyelenggaraannya bisa dituangkan dengan berbagai macam variasi kegiatan seperti patroli pengamanan hutan, patroli deteksi dini kebakaran hutan, patroli pencegahan atau pasca kebakaran hutan, patroli tindak lanjut informasi masyarakat, patroli batas kawasan, patroli terpadu lintas seksi/ bidang, dan lain-lain.
Kegemaran beberapa petugas TNGGP akan kendaraan jenis jip/ jeep baik 2WD ataupun 4WD sudah mulai marak karena kemampuannya dalam melintasi berbagai kondisi medan ringan, sedang bahkan berat, layaknya karakteristik jalan-jalan di sekitar kawasan. Tercetusnya ide di antara para pemilik kendaraan jip TNGGP untuk berkendara offroad di sekitar kawasan tidak terlepas dari keinginan mamatau area kawasan taman nasional dan sekitarnya, diibaratkan hobi offroad sambil patroli.
Sabtu 18 Maret 2017 perkumpulan jip TNGGP (Rajegg) mengemas suatu kegiatan jelajah offroad ringan di wilayah kerja Resort Goalpara, Selabintana, dan Situgunung yang melibatkan 8 kendaraan jip 2WD dan 4WD. Perjalanan dimulai dari Resort PTN Goalpara melintasi jalan perkebunan berupa tanah berbatu sampai di wilayah Resort Selabintana. Cuaca hujan dan berkabut tidak menyurutkan niat para peserta dalam menembus naik turunnya jalan licin dan kubangan-kubangan lumpur. Di perbatasan Resort Goalpara – Selabintana kami beristirahat sejenak untuk menikmati hidangan kopi dadakan dan sekaligus memantau kawasan dan sekitarnya. “Nikmat sekali perjalanan seperti ini bisa menjelajah offroad bersama rekan-rekan sesama petugas, menikmati kopi dan melihat-lihat keadaan sekitar”, demikian celetuk Dudi Yudistira sebagai Kepala Resort Situgunung.
Lepas dari Resort Selabintana kami bertolak melanjutkan perjalanan ke Resort Situgunung melintasi jalan perkebunan di sekitar kawasan taman nasional dilanjutkan dengan jalan perkampungan sempit diselingi tanjakan-tanjakan sedang. Hujan yang lebat menambah sedikit tantangan petualangan kami. Suasana pedesaan terasa dengan khasnya jalan tanah berlumpur di antara pesawahan. Memakan waktu 2 jam sejak keberangkatan akhirnya kami tiba di Resort Situgunung, alhamdulillah semua bisa sampai dengan selamat dan kondisi kendaraan kami baik-baik saja. Semua anggota tim merasa puas dan terhibur.
Selepas istirahat sholat dan makan siang kami konvoi ke arah Curug Sawer, tetapi karena keadaan jalan tanah berat hanya kendaraan 4WD yang bisa lewat. Jalan tanah berlumpur dan basah membuat mobil kami penuh tanah. Mengingat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan jalan bagi pengunjung, kami memutuskan kembali ke tempat parkir karena medan berat dan hujan lebat sekali.
Di akhir sesi dengan perbincangan ringan diselingi canda tawa, tidak terasa waktu sudah beranjak sore. Di dalam diskusi pemangku wilayah setempat, Dudi Yudistira berterima kasih atas acara yang telah terlaksana, “Terima kasih kepada rekan-rekan wilayah lain yang telah membantu pemantauan wilayah saya sekaligus menyalurkan hobi kita semua”, katanya. Kepala Seksi P3 pun menimpali, “Alangkah baiknya kegiatan serupa bisa diagendakan satu atau dua bulan ke depan di wilayah kerja Bidang/ Seksi lainnya, tapi tetap ada offroad-nya ya, he he he…”.
Bravo TNGGP, bravo Rajegg…

Teks: Ida Rohaida