Perlukah Gambar “meme” Dalam Papan Peringatan/himbauan?

meme1

                                       gambar 1

Apa itu “meme”
Sebelum kita membahas tentang perlu atau tidaknya gambar “meme” dalam papan peringatan/himbauan, baiknya kita sedikit mengulas apa itu “meme”. Kata “meme” akhir-akhir ini dikenal melalui dunia maya. Menurut Maria Veloso dalam “Web Copy that Sells” edisi ketiga, kata tersebut ditemukan pertama kali oleh Richard Dawkins di tahun 1976. “Meme” berasal dari kata “mime” dan “mimic”, yang mewakili gagasan budaya yang disebarkan dari satu orang ke orang lain dengan cara yang mirip dengan penggandaan gen dalam ilmu biologi,

meme2

                       Gambar2

disebarkan secara viral (layaknya virus yang berkembang biak secara liar dan luas) serta verbal.
Melalui perkembangan dunia maya dengan kekuatan “medsosnya” serta dibalut dengan kreatifitas dan imajinasi, maka tidak jarang “meme” dijadikan alat atau cara yang menarik untuk tujuan mengkritik, menyindir pada suatu fenomena, ataupun mempromosikan sesuatu. Sebagai contoh sederhana biasanya himbauan hanya berupa tulisan misalnya “jangan buang sampah sembarangan” atau “jangan buang sampah di gunung”.  Himbauan ini terasa datar dan biasa-biasa saja. Berbeda jika himbauan itu disisipkan unsur “meme” seperti “Naik bawa carrier kuat, turun bawa sampah ga kuat. Dasar payah, dasar lemah” (Gambar 1). Himbauan terakhir mungkin akan membuat orang tersenyum, tergelitik, dan beberapa mungkin tersindir.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki objek wisata alam berupa pendakian gunung. Pendaki bisa mencapi 600 orang pada hari Sabtu dan Minggu (sesuai quota pendakian TNGGP; http://booking.gedepangrango.org/), jumlah itu belum termasuk pengunjung di objek wisata lainnya di TNGGP seperti kemah, air terjun, pendidikan konservasi, dan masih banyak lainnya. Bisa dibayangkan potensi sampah yang dibawa oleh pengunjung. Tidak menutup kemungkinan ada oknum pendaki/pengunjung yang lupa atau sengaja meninggalkan sampahnya di kawasan TNGGP. Untuk mengantisipasi kondisi itu selain selalu diadakannya operasi bersih sampah juga dilakukan penyadartahuan kepada pendaki/pengunjung dengan papan peringatan/himbauan.

Kenapa harus “meme”?
Dalam melakukan penyadartahuan lewat media papan peringatan maka yang diharapkan adalah adanya transfer informasi untuk diingat dalam pikiran oleh pembaca dan pada akhirnya bisa bersikap sesuai yang ada dalam pepen peringatan. Untuk mengoptimalkan informasi yang akan disampaikan itu perlu adanya “rekayasa” emosi karena emosi membantu mengingat lebih baik. Setiap individu memiliki sensor di pikirannya yang dapat mengaktifkan respon emosi tertentu ketika dihadapkan dengan suatu kondisi. Respon emosi yang muncul seolah tanpa kendali dari pikiran sadar (conscious mind). Hal ini salah satunya disebabkan karena emosi dimunculkan dari pikiran bawah sadar (sub-conscious/unconsious mind).

meme3

                                    Gambar 3

Informasi yang bersifat emosional dapat dengan mudah diingat karena langsung mengakses pikiran bawah sadar. Referensi yang ditulis oleh Brown dan Kulik (1977) dalam Putra YP (sumber: internet) mengungkapkan bahwa informasi yang memiliki content emosional dapat diingat lebih baik. Guna menambahkan kandungan emosi pada suatu informasi yang ingin diingat, kita dapat memanfaatkan daya imajinasi dan kreatif. Tambahkan juga suatu informasi dengan unsur humor, amarah, kesenangan dan berbagai emosi lainnya pada informasi. Apakah pada gambar 2 dan 3 mempunyai kandungan emosional dengan unsur humor, amarah, kesenangan atau lainnya? Untuk itu, “Meme” merupakan salah satu alat atau cara yang bisa mewakili dari penjelasan diatas.

Jadi perlukah papan peringatan biasa di sisipkan unsur “meme”? Maukah kita keluar dari kebiasaan (Out of the box)? Dan yang terpenting maukah kita secara sadar berubah ke arah yang lebih baik? Maukah kita menjaga alam ini? Maukah kita menjaga TNGGP?
Salam Konservasi

Referensi dan inspirasi dari kegiatan lapang dan internet:
http://booking.gedepangrango.org/
http://www.primastudy.com
https://id.wikipedia.o: rg/wiki/

(Sumber:http://booking.gedepangrango.org; http://www.primastudy.com; http://id.wikipedia.org/wiki/|@tnggp|10052016|Agung Gunawan-Peh Bogor)