Peran Seed Bank Terhadap Regenerasi Hutan Kaitanya Dengan Invasi Tumbuhan Eksotik Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Peneliti: Budi Utomo

Topik : Flora

Tahun : 2006

No. Pustaka:

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Seed Bank terhadap regenerasi hutan kaitanya dengan ukuran celah tajuk dan invasi tumbuhan eksotik di kawasan ini. Dari hasil penelitian pada seluruh plot analisis di temukan 219 jenis tumbuhan yang terdiri dari 115 jenis tumbuhan bawah dan 104 jenis pohon. 17 jenis diantaranya merupakan jenis eksotis dengan 8 species bersifat invasif. Keterbukaan celah dan intensitas serangan IAS makin menurut dengan makin meningkatnya ketinggian. Tidak ada konsistensi jenis yang dominan baik di tingkat biji, semai, pancang, tiang dan pohon. Pohon-pohon klimaks yang dominan dan mencirikan  masyarakat hutan saat ini seperti Schima walichi, Altingia exelsa, Castanopsis argentea, hampir tidak memiliki permudaan yang memadai di tingkat semai hingga tiang untuk kelangsungan keturunanya. Jenis yang mendominir biji, semai, pancang hingga ke tingkat tiang umumnya merupakan jenis stratum B dan C. bahkan macaranaga rhizinoides yang berasal dari luar kawasan telah mendominir tingkat tiang dan pohon di kawasan yang terganggu. Dengan demikian di masa yang akan datang dapat di prediksi masyarakat hutan akan mengalami perubahan diaman jenis pohon yang dominan bukan lagi merupakan jenis klimaks saat ini. Biji- biji dalam tanah di dominir oleh biji-biji jenis eksotik yang bersifat invasif (IAS) dan tumbuhan bawah hanya sedikit jenis dan jumlah biji pohon dalam seed bank yang dapat tumbuh. Laju pertumbuhan dan competitive ability anakan pohon endemic relative lebih lambat dibandingkan jenis eksotikl. Dengan demikian maka seyogyanya populasi jenis eksotik terutama yang bersifat invasive harus di kendalikan, dan arena tingginya kandungan biji IAS dalam seed bank yang berpotensi menghasilkan individu-individu baru maka proses pengendalian harus dilakukan secara berkala. Selain itu rendahnya regenerasi baik biji, semai dan pancang berbagai jenis pohon endemic, perlu dilakukan penanaman (enrichment planting) terutama dari jenis-jenis lokal yang populasinya rendah agar kelestarian biodiversity dapat tetap terjaga dan tidak terjadinya pergeseran komunitas masyarakat hutan.