Ngopi Sejak Dini Di Ppkab

Tanggal 2 Mei 2019 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) menjadi tempat “ngopi” (ngobrol pintar) dalam kegiatan “School Visit”. Ini dilakukan secara rutin setiap tahun dengan target sekolah yang berbeda-beda. Target kali ini adalah SDN Babakan Kencana yang merupakan salah satu Sekolah Dasar yang berada dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) khususnya di Resort PTN Bodogol. Siswa Sekolah Dasar tersebut menjadi salah satu target pendidikan konservasi untuk usia dini pada kegiatan dalam “ngopi” kali ini.

Siswa yang ikut “ngopi” berjumlah 34 orang (perwakilan dari kelas 4, 5, dan 6), didampingi oleh para mentor yang terdiri dari petugas TNGGP, Conservation International (CI), dan Forum Interpreter PPKAB. Kegiatan diawali dengan “sharing” selayang pandang TNGGP dan sekilas tentang sejarah PPKAB di information center. Hal ini dilakukan mengingat sebagian besar dari siswa hanya mengetahui dan mengartikan kawasan taman nasional dengan sebutan “gunung”. Untuk itu, perlunya pemahaman tentang arti dari taman nasional dan fungsinya. Terlebih siswa tersebut bertempat tinggal dekat dengan kawasan yang mempunyai peranan penting untuk ikut serta menjaga dan memelihara kawasan.

Masih di information centre, para mentor juga menginterpretasikan foto dan display tentang keanekaragaman hayati yang ada di TNGGP. Tidak hanya sampai disitu, mereka juga dibuat penasaran untuk melihat langsung satwa-satwa di jalur interpretasi. Sepanjang jalur menuju canopy trail, para mentor menjelaskan tentang keanekaragaman, keunikan, dan manfaat tumbuhan, dan satwa yang dijumpai. Menjelang canopy trail peserta sempat dibuat takjub dan senang saat menjumpai jenis elang ular bido yang sedang terbang dan satu kelompok owa jawa yang sedang makan. Diakhir kegiatan, peserta kemudian diajak untuk merefleksikan kembali tentang materi yang sudah didapatnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyadartahuan yang dilakukan oleh Balai Besar TNGGP, disamping melalui sosialisasi kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat serta pelibatan masyarakat dalam upaya perlindungan kawasan. Pendidikan konservasi usia dini merupakan salah satu upaya untuk dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang akan arti pentingnya konservasi sejak usia dini. Karena diharapkan dari usia dini inilah mereka mulai tertanam perilaku kebiasaan hidup yang mengutamakan prinsip-prinsip kelestarian sumber daya alam dan lingkungan serta dapat menularkan gaya hidup yang sadar konservasi kepada teman-temannya dan lingkungan lainnya.

Salam Konservasi!
Selamat Hari Pendidikan Nasional!
Jayalah Pendidikan Indonesia!

Sumber: Nidia Opinta, A.Md.