Ngopi Espresso Di Ppkab TNGGP

Ingin merasakan sensasi menyatu dengan hutan hujan pegunungan tropis? PPKAB (Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol) lah tempatnya. Di tempat yang berada di Resort Bodogol TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) ini, kita bisa “Ngopi” (Ngobrol Pintar) lebih banyak mengenai konservasi alam. Penasaran? tentu! dan memang banyak yang penasaran dan melepas kepenasarannya dengan ikut “Ngopi” di PPKAB.

Kali ini giliran Sekolah Alam Indonesia Meruyung, Depok sebanyak 45 orang (12-15 Maret 2019) dan D’Royal Moroco (Moslem Revolution Community) Integrative Islamic Jakarta sebanyak 40 orang (21-22 Maret 2019) yang mampir di PPKAB untuk ikut “Ngopi Espresso” (Ngobrol Pintar sambil Eksplorasi bersama Sekolah). Pada acara Ngopi ini, mereka melakukan banyak aktivitas seperti susur sungai (sekaligus pengamatan biota air), safari malam, dan eksplorasi keanekaragaman hayati. Tentunya kegiatan tersebut dibalut secara “EPIC” (Educative, Professional, Imaginative, Communicative) ala Forum Interpreter PPKAB. Mereka berkesempatan langsung melihat atraksi primata endemik jawa seperti owa jawa dan surili. Puncak antusias mereka terjadi saat kegiatan safari malam, dengan suasana menantang di malam hari, mereka terpesona menemukan berbagai macam jenis amfibi di jalur pengamatan.

Selesai Ngopi, Sekolah Alam Indonesia Meruyung melakukan kegiatan sharing dan bakti sosial berupa pemberian 100 paket alat tulis untuk siswa di SDN Babakan Kencana yang merupakan salah satu sekolah dasar terdekat dari PPKAB. Masjid di Kampung Bodogol dan Mushola PPKAB pun tak luput dari perhatian mereka dengan memberikan karpet dan mukena. Semoga apa yang mereka lakukan membawa keberkahan bagi alam dan masyarakat.

Selesai sampai disitu? Ternyata mereka tidak hanya puas mengeksplorasi hutan, paket “Bodogol Kampung Hoya” menjadi sasaran berikutnya. Paket ini berhasil mengobati kepenasaranan mereka, melalui aneka kegiatan tradisional, semua pengunjung aktif memberikan pakan ternak, membuat wayang dari tangkai daung singkong, praktek cara membudidayakan sang “hoya”, tumbuhan “penyerap polutan” yang menjadi “icon” Kampung Bodogol. Tentunya dengan bibingan para pemandu yang sudah terasah dan berpengalaman. Sebagai souvenir, hasil praktek masing-masing itu dibawa pulang.

“Ngopi Espresso” adalah cara menikmati alam dengan bijak, memahami konservasi dengan hati tanpa alam tersakiti. Siapa Pemberani lainnya yang mau “Ngopi” di PPKAB?

Sumber Informasi : Agung & Nidia