Muliya, Neneng. 2010. Pola Pergerakan Harian Dan Penggunaan Habitat Mikro Katak Pohon Jawa (rhacophorus Margaritifer Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Jawa Barat. Bogor; Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Dan Ekowisata Fakultas Kehutanan, Ipb.

Peneliti: Neneng Muliya

Topik : Satwa

Tahun : 2010

No. Pustaka:

Abstrak
Penelitian mengenai pergerakan amfibi, termasuk tentang pilihan metode yang sesuai, telah banyak dilakukan diluar negeri, tetapi di indonesia baru solihat (2007) yang pernah tercatat melakukan penelitian sejenis. Penelitian ini bertujuan 1) mencari bahan pembuatan spool track yang sesuai dengan bobot  tubuh R.margaritifer. 2) memetakan pola pergerakan R.margaritifer dengan menggunakan metode spool track dan 3) mendeskripsikan penggunaan habitat Mikro oleh R.margaritifer di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional gunung Gede Pangrango, Jawa barat tepatnya pada jalur Ciwalen dan Cibeureum. Tiga macam spool dicobakan kepada katak dan pergerakan katak diamati setiap 3 jam selama 72 jam. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Terdapat 8 individu katak yang berhasil diamati pergerakannya selama 72 jam dengan menggunakan spool yang beratnya dibawah 10% yaitu 4 katak jantan dan 4 katak betina selain itu juga terdapat 3 katak jantan yang berhasil dimati dengan menggunakan spool dengan berat alat di atas 10%.
Bahan pembuat spool yang cukup baik digunakan selama pengamatan berbeda untuk katak jantan dan katak betina. Untuk katak jantan bahan terbaik terbuat dari sedotan dan pelastik mika, sedangkan untuk katak betina bahan terbaik adalah selongsong berbahan pelastik dan pelastik mika. Uji Kruskal Wallis terhadap 11 individu katak menunjukan adanya perbedaan nyata dari pergerakan katak untuk siang dan malam hari, baik pada katak jantan maupun pada katak betina (P< 0.05) yaitu H= 0,026 dan H=0.03. pergerakan antara katak jantan dan betina berdasarkan uji Kruskal Wallis tidak berbeda nyata pada siang dan malam hari (P>0.05) yaitu H=0,888 dan H=0,685. Uji chi kuadrat untuk nilai alur kelurusan yang dilakukan terhadap 8 katak yang berhasil diamati selama 72 jam menunjukan bahwa, katak bergerak tidak jauh dari lokasi awal pengamatan.
Hasil pengamatan terhadap penggunaan habitat Mikro menunjukan bahwa pada siang hari katak banyak berada pada lokasi yang terlindung dari matahari seperti disela-sela daun, serasah yang terlindung, dan batang yang terlindung sedangkan pada malam hari banyak digunakan diatas daun. Jika dilihat dari kontak R.margaritifer dengan lingkungannya, maka kontak yang paling banyak adalah kontak dengan tumbuhan, sedangkan kontak dengan sesama katak sedikit. Hal tersebut menyebabkan kemungkinan penularan penyakit parasit melalui kontak sesama katak sedikit. Banyaknya hubungan pergerakan katak dengan tumbuhan menunjukan perlunya upaya untuk mempertahankan keberadaan tumbuhan terutama tumbuhan yang berada disekitar sumber air.