Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

Depan » Kegiatan » Model Desa Konservasi: untuk mendukung pengelolaan DAS secara terpadu


Model Desa Konservasi: untuk mendukung pengelolaan DAS secara terpadu

7.5.08Hits 2.452 views|KegiatanCetak

work shop MDKHari ini, Rabu 7 Mei 2008 bertempat di Gedung Manggala Wanabhakti, Departemen Kehutanan, Jakarta tengah diselenggarakan ”Pencanangan Program dan Workshop Nasional Pengembangan Desa Konservasi dalam Rangka Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara Terpadu”, yang dilaksanakan atas kerjasama antara Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam (PJLWA) Ditjen PHKA Dephut, Environmental Services Program (ESP), USAID dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) serta didukung oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan beberapa LSM antara lain Prakarsa Misi Alam, RCS, Mapala UI dan Amerta.

Rangkaian acara diawali dengan workshop yang dibuka oleh Direktur Jenderal PHKA Dephut, Ir. Darori, MM., dengan menghadirkan pembicara antara lain Bupati Cianjur dengan materi berjudul ”Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Model Desa Konservasi (MDK)”, Direktur Pengelolaan DAS, Dr. Silver Hutabarat dengan materi ”Pengelolaan DAS Terpadu di Kawasan Konservasi dengan model MDK”, Dr. Hilman Nugroho, MP., Direktur PJLWA dengan materi ”Kebijakan dan update progres pengembangan MDK di Indonesia” dan Idham Arsyad dari ESP untuk mempresentasikan tentang MDK yang dikembangkan oleh ESP. Selesai workshop, acara dilanjutkan dengan dialog antara masyarakat perwakilan MDK denan Menteri Kehutanan, H.M.S. Kaban yang dipandu oleh Dirjen PHKA di lobby Gedung Manggala Wanabhakti.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran yang menceritakan mengenai proses dan perkembangan pengembangan ”Model Desa Konservasi” (MDK) di kawasan penyangga TNGGP dan TNGHS yang diselenggarakan selama acara berlangsung. Dalam pameran ini, selain stand dari ESP, TNGHS, WCS-IP dan BP DAS Cimandiri-Citarum-Ciliwung juga menghadirkan perwakilan dari 10 desa yaitu: Kebon Peuteuy dan Sukatati (Kab. Cianjur); Langensari, Cisarua, Cihanjawar dan Ginanjar (Kab. Sukabumi); Cinagara, Tangkil dan Purwabakti (Kab. Bogor). Semoga saja melalui kegiatan pencanangan ini dapat dijadikan sebagai momentum penting dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat desa di sekitar kawasan konservasi dan sebagai upaya melestarikan kawasan hutan khususnya kawasan konservasi dengan lebih melibatkan peranserta masyarakat. [teks & gambar © TNGGP 042008 | Kus]

Berita terkait: