Mengubah Sampah Menjadi Berkah

Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang digelar Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada tanggal 21 Februari 2017 dipusatkan di Desa Nyalindung Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur melalui acara Launching Bank Sampah Assalam.

Setiap tanggal 21 Februari masyarakat Indonesia diingatkan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Pada tahun 2017 Balai Besar TNGGP memperingati HPSN di desa binaan, Desa Nyalindung Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur (Resort Sarongge, Seksi PTN II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur). Tampak hadir pada acara tersebut Kepala Balai Besar TNGGP beserta jajarannya, Camat Cugenang mewakili Pemerintahan Kabupaten Cianjur, aparatur desa, pengurus karang taruna, dan ratusan pelajar SD Nyalindung 3.

Pada kesempatan ini hadirin disuguhi berbagai penampilan yang menarik kreativitas para pelajar diikuti dengan penyerahan penghargaan kepada Kepala Desa Nyalindung, Kelompok Bank Sampah Assalam, Pondok Pesantren Riadul Hikmah, SD Nyalindung 3, dan Karang Taruna atas keberhasilannya membentuk Bank Sampah Assalam (Anak Santri Peduli Alam) serta dedikasi dan peranannya dalam memperdayakan sampah menjadi berkah dan memiliki nilai manfaat.

Cikal bakal Bank Sampah Assalam diawali dengan berdirinya Bank Sampah Bersih Mandiri yang dikelola oleh Pondok Pesantren Riyadul Hikmah sejak tahun 2014 dengan sistem tabungan. Setiap anggota/ nasabah diberikan tabungan dengan cara mengumpulkan sampah, setiap seminggu sekali anggota/ nasabah menyerahkan sampah. Saat ini sudah ada sekitar 53 nasabah sampah.

Pengelolaan sampah seperti ini perlu disosialisasikan dan dikembangkan untuk seluruh komponen masyarakat, sehingga penanganan sampah tidak sekedar slogan “jangan buang sampah sembarangan”, tapi dilanjutkan dengan aplikasinya. Bank Sampah Assalam ini merupakan contoh yang baik untuk masyarakat di desa-desa yang lainnya dalam pegelolaan lingkungan dan pendidikan lingkungan.

Usai melakukan launching Kelompok Bank Sampah Assalam, Kepala Balai Besar TNGGP berkesempatan melihat dari dekat karya dan inovasi anak bangsa dari Desa Nyalindung. Lingkungan bebas sampah dan menjadi berkah.

Kepala Balai Besar TNGGP Adison, S.E. mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Nyalindung dan seluruh masyarakat Desa Nyalindung yang telah menjadikan desanya sebagai basis bank sampah. Beliau menuturkan harapannya, “Dari hal kecil ini kita bisa memulai kepedulian terhadap lingkungan. Sampah dapat menjadi sumber penyumbatan air sehingga dapat terjadi banjir. Harapannya tidak hanya di Desa Nyalindung ada bank sampah tetapi di desa-desa penyangga yang merupakan desa binaan TNGGP pun ke depan didorong ke arah pengelolaan lingkungan seperti ini”.

Teks: Poppy Oktadiyani
Dok: Ade Bagja