Menghijaukan Blok Romusa

Kalau bukan kita siapa lagi? … Kalai bukan sekarang kapan lagi? … Kata-kata itu tertanam dalam benak petugas Resort PTN Gunung Putri sebagai penyemangat setiap melakukan patroli rutin yang minimal dilaksanakan 2 kali dalam seminggu.

Resort PTN Gunung Putri – BBTNGGP bekerjasama dengan PT. Alas Tiara Lestari malaksanakan penanaman di Blok Romusa dengan metode pendistribusian kepada para penggarap untuk ditanam pada lokasi garapan masing-masing, yang dilanjukan membuat kesepakatan dengan tokoh masyarakat dan kelompok tani untuk membuat sanksi sosial mengganti pohon yang ditebang oleh oknum penggarap dengan menggantinya menanam sebanyak 10 pohon.

Berawal dari rasa tanggung jawab dan semangat jiwa rimbawan, Resort PTN Gunung Putri mencanangkan gerakan pemulihan kawasan yaitu:
1) Menyediakan bibit yang dibagikan dan dititipkan kepada para penggarap untuk ditanam dan dirawat pada lahan garapan masing-masing;
2) Sanksi tebang satu tanam sepuluh;
3) Gerakan patroli sambil menanam bersama masyarakat.

Mencoba menempatkan masyarakat sebagai subyek dalam pengelolaan kawasan konservasi (Wiratno, 2019), maka ada perubahan strategi dalam pengelolaan masalah khususnya penggarapan di wilayah kerja Resort Gunung Putri dengan pola pendekatan yang lebih humanis dan mencoba berbicara dari hati ke hati, petugas tidak pernah putus asa untuk mengajak masyarakat sekitar untuk terus menjaga hutan dan menghutankan kembali atau memulihkan ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang dijadikan kebun sayur.

Ada yang berbeda dalam kegiatan patroli kami, yaitu dengan berpakaian Polhut lengkap (PDL) masing-masing personil menjinjing 2 s/d 5 buah bibit tanaman dari beberapa jenis lokal dalam kawasan TNGGP (Rasamala, Manglid, Ki-Haji) dan beberapa batang ajir tanaman yang memang selalu tersedia di samping pondok jaga Resort PTN Gunung Putri.

Berjalan di tengah sengatan matahari yang mulai terik sambil perlahan mengamati lahan garapan mencari-cari celah di tengah garapan yang tegakannya mulai jarang satu per satu bibit dan ajir itu ditanam. “Bismillah” doa kami saat mulai menanam dengan harapan bibit tersebut tumbuh menjadi pohon yang besar dan mampu mengembalikan fungsi kawasan sebagai hutan yang sesungguhnya.

Kami terus berjalan melakukan penanaman, memanggul ajir, dan bibit ke lokasi yang perlu ditanami. Meski kami kecapean, meski dengan nafas tersengal walaupun hanya 2 – 3 batang bibit tetapi setidaknya kami berbuat nyata, sebagai bukti janji pejuang konservasi. Dengan harapan, para penggarap tergugah untuk ikut menjaga dan memelihara pohon yang kami tanam, kelak sudah besar pohon ataupun esok masyarakat bisa dengan sadar meninggalkan kawasan hutan … Apakah harapan kami akan terwujud? Wallahu a’lam bishawab hanya Allah yang tahu.

Kenapa Blok Romusa harus ditanam kembali? Dilihat dari peruntukannya sebagai zona rehabilitasi tentu ada alasannya kenapa blok tersebut dijadikan zona rehabilitasi. Zona rehabilitasi adalah bagian dari taman nasional yang karena mengalami kerusakan, sehingga perlu dilakukan kegiatan pemulihan komunitas hayati dan ekosistemnya yang mengalami kerusakan. Apabila zona ini dibiarkan menjadi lahan terbuka tidak dapat lagi menahan resapan air dan molekul-molekul tanah ketika intensitas hujan tinggi tidak mustahil akan terjadi banjir atau longsor dan masyarakat sekitar akan terkena dampaknya. Maka dari itu mari kita bersama-sama peduli terhadap lingkungan sekitar.

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Teks: Isna Farhanuddin
Dokumentasi: Kuswandi