Mengamati Monyet Beruban

Ya, monyet beruban….. itu julukan baru kami kepada primata yang satu ini. Surili (Presbytis comata) adalah spesies primata endemik Jawa Barat, dan pernah menjadi maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat pada tahun 2016. Hal ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap konservasi satwa endemik yang terancam punah ini.

Secara tak sengaja sekelompok surili berjumlah ± 5 individu (2 dewasa, 3 remaja) terlihat asyik sedang makan dan bermain bersama kelompoknya di sekitar air terjun Cibeureum – Resort PTN Cibodas, Seksi PTN Wilayah I Cibodas, Bidang PTN Wilayah I Cianjur, Balai Besar TNGGP. Pada umumnya kelompok surili terdiri atas satu ekor jantan dengan satu atau lebih betina (one male multi female troop), atau dengan kata lain surili biasanya berpoligami.

Kelompok surili yang kami pelajari sedang memakan buah-buahan dan biji-bijian serta serangga yang berada di pohon walen (Ficus ribes). Dengan memakan buah dan biji, satwa ini dapat membantu dalam menyebarkan biji tumbuhan di kawasan TNGGP yang kemudian akan tumbuh menjadi anakan pohon baru. Dengan demikian surili berperan dalam memelihara kelestarian kawasan hutan TNGGP, khususnya dalam regenerasi alami.

Ada hal menarik dari pertemuan dengan surili kali ini, mungkinkah surili yang kami lihat langsung ini telah mengalami sedikit perubahan perilaku? Memang perlu pembuktian dan penelitian yang komprehensif untuk menjawab pertanyaan itu, namun fakta di lapangan, menunjukkan surili yang kami temukan di sekitar air terjun Cibeureum tak sedikit pun “takut” atau “menghindar” dari manusia, padahal di sekitar air terjun Cibeureum ramai pengunjung dengan berbagai aktifitasnya seperti bermain air, mengobrol, bahkan ketika kami mendekat untuk mengambil gambarnya pun, mereka tak terlihat panik bahkan terkesan menikmati jepretan kamera. Tak pelak kami pun mendapatkan gambar yang cukup banyak untuk mengabadikan momen langka ini, bertemu dan melihat langsung monyet beruban ini. Perilaku satwa ini menarik karena adanya perubahan dan habitat sudah mulai ramai dikunjungi pengunjung sehingga surili yang dahalu pemalu sudah mulai berani dan mulai berani terhadap keramaian, kemunduran atau kemajuankah? Perlu diupayakan kebijakan pengelola baru di obyek-obyek wisata.

Namun bagi kami adalah dapat membuktikan bahwa keberadaan surili, salah satu primata TNGGP masih ada. Selama kita menjaga TNGGP ini, maka surili pun akan tetap ada. Semoga dengan pengelolaan yang selaras bersama zaman, keberadaan surili masih bisa tetap dijaga keberdaannya.

Sumber: PEH Bidang PTN Wilayah I Cianjur – Balai Besar TNGGP