Menanamkan Jiwa Konservasi Kepada Generasi Muda

Senin, 30 September 2019, Balai Besar TNGGP telah melaksanakan kegiatan pembinaan Saka Wanabhakti lingkup Bidang Pengelolaan TN Wilayah III Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan di bumi perkemahan LBC Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos. Kegiatan diikuti oleh 32 orang anggota Pramuka Saka Wanabhakti yang berasal dari Kwartir Ranting (kwarran) Cigombong, Caringin, Ciawi, dan Megamendung.

Generasi muda merupakan tumpuan dan harapan bangsa, peran pemuda menentukan masa depan negara karena mereka yang akan memegang peran di masa depan. Baiknya pemuda di masa kini maka baik pula lah bangsa di masa depan. Membekali pemuda dengan pendidikan, pengetahuan, dan moral yang baik merupakan tabungan kita untuk masa depan bangsa dan negara.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memiliki konsentrasi khusus terhadap pembentukan generasi muda yang tangguh dan berkualitas. Dimana salah satunya dilakukan dengan pelaksanaan program-program pendidikan lingkungan dan konservasi bagi pemuda baik yang berada di zona penyangga sekitar kawasan TNGGP maupun zona transisi Cagar Biofer Cibodas. Kegiatan ini bermaksud untuk menanamkan jiwa konservasi, sehingga tumbuh kepedulian para generasi muda terhadap kelestarian lingkungan. Pada akhirnya di masa depan ketika mereka telah tumbuh menjadi anggota masyarakat dapat bersikap bijak terhadap alam dan lingkungan.

Generasi muda yang menjadi sasaran dari kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, baik pelajar (tingkat SD – mahasiswa), santri dan Pramuka. Anggota Pramuka merupakan bagian dari kelompok generasi muda yang secara militan dididik oleh organisasi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa patriotisme dan berbudi luhur.

Penanaman rasa cinta dan peduli terhadap hutan dan lingkungan ini dilaksanakan dengan metode belajar langsung di alam. Peserta yang dipandu oleh mentor diajarkan tentang kegiatan-kegiatan yang bersifat teknis aplikatif. Jenis-jenis kegiatan tersebut dikorelasikan dengan kecakapan – kecakapan yang terdapat pada setiap Krida Saka Wanabhakti yaitu Krida Tatawana, Krida Gunawana, Krida Binawana, dan Krida Reksawana.

Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan/ wawasan mengenai fungsi/ peranan hutan konservasi sebagai sistem penyangga kehidupan dan menanamkan rasa cinta terhadap alam dan hutan khususnya yang berada di sekitarnya. Selain itu jugà, mengajak peserta berperan serta dalam upaya pelestarian hutan yang terdekat dengan tempat tinggalnya.

“Saya senang sekali mengikuti kegiatan ini banyak ilmunya dan harusnya peserta lebih banyak, jadi acaranya akan lebih seru” ujar Risdan salah satu peserta yang berasal dari Kwarran Ciawi. Pembina anggota Pramuka diisi dengan penyampaian materi dengan tema “Jelajah Hutan Hujan Tropis Jawa Barat”. Kegiatan disajikan dalam bentuk simulasi/ praktek dan demontrasi. Berdasarkan tema yang diangkat, materi yang diberikan yaitu Pengelolaan keanekaragaman hayati (monitoring satwa dengan kamera trap dan pengenalan flora TNGGP dengan analisis vegetasi), eksplorasi sungai dengan simulasi pengukuran debit air dan pengenalan biota air sebagai indikator kesehatan suatu sumber air, pengendalian kebakaran hutan dengan metode sedarhana.

Dalam pelaksanaan pembinaan Saka Wanabhakti kali ini, panitia juga melibatkan peran serta dari anggota KTH LBC Lestari yang merupakan mitra Balai Besar TNGGP. Diharapkan dengan pelibatan ini kegiatan dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan memberikan hasil yang optimal. Selain itu juga untuk meningkatkan kepedulian dan apresiasi anggota KTH terhadap program-program yang dilaksanakan oleh Balai Besar TNGGP.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusiasi dan semangat. Bahkan, peserta mengharapkan kegiatan pembinaan anggota pramuka dilakukan secara rutin. Dan mendapat apresiasi yang baik dari para pamong masing-masing Kwarran yang terlibat, sebagaimana disampaikan oleh Pamong Kwarran Cigombong bahwa mereka mengharapkan agar kegiatan ini ditindaklanjuti dengan program lanjutan diantaranya penyusunan program kerjasama pembinaan Saka Wanabhakti antara Balai Besar TNGGP dengan Kwarran peserta. Pesan moral juga disampaikan selama proses pelaksanaan kegiatan seperti peserta diwajibkan membawa botol minum masing-masing serta bersama-sama melakukan operasi bersih di dalam kawasan hutan sebagai penutup kegiatan.

Teks : Ratih Mayangsari (Penyuluh Kehutanan) dan Woro Hindrayani (PEH)
Foto : Edi Subandi (Polhut) dan Ayi Rustiadi (PEH)
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango