Lereng Barat Gn. Pangrango Siap Tempur

Kalau lereng timur Gunung Gede telah siap dengan sembilan bumi perkemahan (Buper), maka lereng barat Gunung Pangrango telah bersiap dengan paket “eco camping” di empat Buper eksklusif. Berkemah di tengah hutan dengan pemandangan khas ekosistem hujan tropis lereng Pangrango di satu sisi dan indahnya hamparan sawah di sisi lain, membuat orang ketagihan untuk ikut paket wisata sambil belajar. Uniknya air terjun menambah penasaran mereka yang belum pernah datang. Yo…kita coba!

Bocimi Mulai Beroperasi

Tidak mau terjebak macet? Hindari daerah Puncak, terutama pada waktu libur! Banyak pilihan tempat berlibur yang tidak jauh dari Jakarta selain Puncak. Baru Bolang di Cisarua, Lebak Ciherang di Tapos, Cikaracak di Cimande, Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, serta Curug Luhur di Pasir Hantap telah siap menanti.

Kondisi destinasi wisata alam ini masih alami, relatif belum banyak dijamah orang. Kegiatan wisata di sini bersifat ekowisata (ecotourism) yang ramah lingkungan, bukan wisata masal (mass tourism). Sehingga pengunjung bisa berwisata sambil belajar dalam situasi yang tenang dan nyaman. Pokoknya asyiik, dah!

Beberapa tahun ke belakang, jalur Ciawi-Sukabumi, memang ketularan macet, gara-gara truk dan bus dilarang masuk jalur Puncak. Namun di penghunjung tahun 2018, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sudah mulai beroperasi, paling tidak sudah bisa dilalui sampai Cigombong. Jadi semua destinasi wisata tersebut di atas sudah terbebas dari kemacetan lalu lintas.

Dari Barubolang sampai Cikaweni

Di Curug Beret air menari indah seirama relief unik di tebing berbatu setinggi 75 meter. Itu baru keunikan di musim kemarau. Bila musim hujan tiba, keindahan tarian air pada relief tebing ditemani cantiknya air terjun, yang mampu meloncat sampai beberapa meter dari permukaan tebing. Di sekitar air terjun, wisatawan bisa berkemah di bawah naungan pohon pinus yang rimbun di Buper Barubolang (seluas 3 ha), yang berlokasi di Resort PTN Cisarua, sekitar 10 Km dari Gadog (jalan Raya Puncak).

Bagi para kaula muda, telah tersedia paket kemah ramah lingkungan “eco camping” yang mengkombinasikan kegiatan rekreasi dengan pendidikan lingkungan; memadukan informasi tentang ekosistem hutan dengan budaya masyarakat; memberikan gambaran saling ketergantungan antara manusia dan hutan; menambah pengalaman dan petualangan yang berujung pada cinta alam. Ikut yu! Sayang deh, kalau dilewatkan begitu saja!

Geser sedikit ke arah selatan, Resort PTN Tapos telah menyiapkan arena “jalan santai” di hutan pinus Blok Lebak Ciherang, tidak jauh dari peternakan sapi Tapos (sekitar 10 Km dari Ciawi). Setelah puas jalan-jalan di hutan pinus dengan berbagai keindahannya, wisatawan akan disambut “keserasian relief” pada tebing “Batu Tumpuk” yang tak jauh dari pintu masuk Buper Lebak Ciherang. Nikmati lincahnya tarian air yang meliuk-liuk mengikuti alur relief. Nikmati pula udara pegunungan yang segar dan bersih, sambil minum kopi panas yang disediakan anggota KTH Konservasi “LBC Lestari”. Bagi mereka yang ingin melewatkan malam di hutan, di sini tersedia Buper seluas 2 Ha.

Bergeser sedikit lagi agak ke selatan, Resort PTN Cimande dengan bangga mempersembahkan keunikan dan keindahan air terjun Cikarak ( 80 meter). Di kompleks ini dapat dinikmati 2 buah air terjun dengan legenda dan keunikannya masing-masing. Menjelang kompleks air terjun, di ujung areal pesawahan, di awal kawasan hutan, telah menunggu areal datar seluas dua hektar, yang siap dikembangkan jadi Buper Cikaracak. Destinasi wisata ini bisa dijangkau dari pasar Cikereteg (Jl. Raya Sukabumi) sekitar 15 Km.

Di ujung selatan Bidang PTN Wilayah III Bogor, Resort PTN Bodogol sedang getol berbenah untuk memanjakan para pelancong. Masyarakat Kampung Bodogol di bawah binaan TNGGP telah membentuk Forum Hoya dengan tagline “Bodogol Kampung Hoya” dengan mengembangkan budidaya tumbuhan hias jenis hoya. Kampung Bodogol memang sedang disiapkan sebagai kampung wisata pendidikan, disinergiskan dengan keberadaan Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) yang berada di kawasan hutan tidak jauh dari Kampung Bodogol. Bagi mereka yang senang dan ingin mempelajari owa jawa, Bodogol-lah tempatnya. Di sini bisa diamati perilaku owa jawa liar dari Stasiun Penelitian Bodogol (SPB), disamping itu kita bisa meneliti kehidupan owa jawa yang direhabilitasi di Javan Gibbon Center.

Di PPKAB bisa mengikuti paket Dikoling (pendidikan konservasi alam dan lingkungan hidup), termasuk pengamatan keanekaragaman hayati dari ketinggian melalui jembatan kanopi sepanjang 100 meter. Tidak jauh dari kompleks PPKAB, kita bisa menikmati indahnya air terjun Cikaweni (7 meter), air terjun Cisuren (5 meter). Lebih ke dalam lagi akan sampai di komplek air terjun Cipadaranten yang terdiri dari tiga buah air terjun.

Masih di lereng barat Gunung Pangrango, namun sudah lintas batas wilayah, di Bidang Wilayah II Sukabumi, tepatnya di Resort Pasir Hantap, wisatawan bisa mengamati keluarga elang jawa tidak jauh dari air terjun Cipatala. Sebelum Cipatala bisa ditemukan destinasi wisata “Hutan Seribu Janji”, habitat kelelawar di “Gua Asgan”, dan tebing “Batu Candi”.

Destinasi unggulan di Resort PTN Pasir Hantap sebenarnya adalah Curug Luhur (40 meter). Saat ini petugas sudah mulai disibukan dengan pelayanan pengunjung, terutama di pintu masuk Genteng. Sedangkan dipintu masuk Ciambar lebih disibukan dengan pengunjung ke Hutan Seribu Janji.

Sumber Info:
Tarya Nuryahya (Polhut Pelaksana Lanjutan – Balai Besar Taman Nasiona Gunung Gede Pangrango)