Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

Depan » Artikel » KSDA Terapan “Langkah Nyata Untuk Menyelamatkan Bumi”


KSDA Terapan “Langkah Nyata Untuk Menyelamatkan Bumi”

4.10.10Hits 4.990 views|ArtikelCetak

FEWA

Usia bumi yang terbilang renta dan lelah yang selama ini menjadi satu-satunya planet di sistem tata surya yang merupakan tempat tinggal makhluk hidup termasuk kita didalamnya sebagai manusia berbagai peristiwa besar telah dialaminya, mulai dari pecahnya induk benua yang disebut Pangaea, masa es, banjir besar dan saat ini dalam anomaly iklim dunia sedang mengalami pemanasan global (global warming).

Pemanasan global bumi kita ini diperkirakan terjadi akibat kelalain umat manusia dalam menjalani gaya  hidupnya sehingga mergugikan lingkungan sekitarnya, kelalaian yang di jalani dalam jangka waktu sangat lama dari generasi ke generasi mulai dirasakan saat ini. Munculnya efek rumah kaca, lapisan ozon yang robek, rob dan tsunami, puting beliung dan tornado, mencairnya gunung es raksasa di kutub bumi dan berbagai gejala alam lainnya mulai terjadi sebagai akibat meningkatnya suhu bumi.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai salah satu institusi yang bergerak dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup khususnya pelestarian kawasan taman nasional mulai mencanangkan program yang mengarah pada perbaikan kondisi lingkungan hidup di sekitar kawasan TNGGP melalui penyadartahuan dan pelaksanaan konservasi terapan yang praktis mudah dan murah untuk dilaksanakan oleh masyarakat, program tersebut disosialisasikan dalam berbagai kesempatan oleh seluruh pegawai TNGGP khususnya dalam pelaksanaan LAKU (Latihan Kunjungan) oleh PEH dan Polhut adalah sebagai berikut :
A.    Hemat listrik.

TGWE

Bagaimana kita dapat menghemat listrik di rumah masing-masing ?
Hampir seluruh permukiman di sekeliling kawasan TNGGp sudah memanfaatkan jasa pelayanan PLN dengan memasang meter listrik di rumahnya guna kepentingan utama  penerangan, memasak, menyalakan alat elektronik, pompa air dan sebagian kecil sebagai penggerak mesin untuk menjalankan industry kecil skala rumah tangga atau peternakan.
Banyak cara untuk menghemat listrik, yaitu :
a.    Menggunakan listrik hemat energy jenis TL atau neon yang mempunyai daya catu kecil namun lebih terang dibandingkan jenis lain misalnya jenis bulb atau bohlam atau bola lampu pijar sebagai lampu penerangannya,
b.    Menghidupkan lampu-lampu penerang mulai jam 18.00 dan mematikannya lagi maksimal pada jam 06.00,
c.    Gunakan TV pada jam-jam tertentu dan jika memungkinakan gunakan TV jenis LCD atau LED yang mempunyai daya catu listrik kecil,
d.    Jika menggunakan peralatan komputer gunakan jenis layar LCD dan stel monitor auto off jika tidak digunakan lebih dari 10 menit,
e.    Gunakan tampungan air/water turn jika mengalirkan air sumur dengan pompa listrik jangan hanya cukup untuk memenuhi bak mandi saja, sebab hidup dan mati saklar power pompa air sangat boros terhadap penggunaan listrik,
f.    Matikan lampu di dalam kamar disaat kita tidur, kebiasaan ini harus di biasakan kepada seluruh anggota keluarga.
g.    Gunakan alat-alat masak yang menggunakan energy listrik pada saat-saat terpaksa saja
h.    Dan banyak lagi cara untuk menghemat listrik.

Kenapa kita harus menghemat listrik ?
Perlu diketahui bahwa tenaga listrik yang kita gunakan dihasilkan oleh PLN sebagian besar berasal dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang menggunakan minyak bumi berbentuk solar yang selain menguras cadangan minyak fosil dari perut bumi namun juga mengasilkan sisa bakaran (emisi dan polusi) berupa carbon (CO2) yang sangat berdampak pada berbagai kejadian di atas muka bumi dan selanjutnya mempengaruhi perilaku manusia secara global.

B.    Lubang Berpindah

FDS

Yang dimaksud lubang berpindah adalah membuat lubang sampah dihalaman depan atau belakang rumah untuk menampung sampah rumah tangga yang berjenis organik ukuran galian sisi  lubang 60 x 60 cm dan dalam 60 cm, disebut lubang berpindah sebab jika lubang telah penih dengan samnpah organik kemudian ditimbun dengan tanah dan membuat lubang baru didekatnya untuk kembali diisi dengan sampah organik,  tujuannya pembuatan lubang berpindah ini adalah adalah :
a.    Membiasakan seluruh anggota keluarga untuk mengenali dan mengelola dan dapat memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik

VDS

b.    Dalam jangka waktu lama seluruh halaman rumah akan menjadi subur dan porous  untuk menyerap air hujan sehingga dapat memenuhi cadangan air dalam tanah sekitar rumah kita yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi sumur air beresih.
c.    Selain itu jika kita manfaatkan hasil fermentasi sampah organik dalam lubang dapat gunakan sebagai kompos yang subur untuk media tanam pembibitan atau tanaman hias yang dapat menghiasi halaman rumah. Dalam skala besar fermentasi sampah organik dapat menjadi sumber mata pencaharian yang sangat menjanjikan dalam sistem pertanian organik.

GDgW

d.    Bahaya sampah organik, jika tertimbun di udara bebas dalam jangka waktu yang lama sampah oranik akan menghasilkan uap air,  Karbon dioksida (CO2) dinitrooksida (N2O) dan Metana (CH4), zat-zat ini selain menimbulkan bau yang menyengat juga berbahaya bagi lingkungan khususnya sebagai salah satu penyebab terjadinya efek gas rumah kaca yang dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan suhu bumi.

Pemanfaatan sampah organic saat ini selian untuk menjadi media tanam (kompos) juga dapat menghasilkan salah satu energy alternative (metana) yang menghasilkan gas pengganti bahan bakar kayu atau minyak bumi.

C.    Pebibitan Tanaman Buah-buahan skala rumah tangga.
Darimana asal benihnya ?
Benih dan biji dapat memanfaatkan dari buah-buahan yang kita konsumsi sehari-hari atau dari memungut dari kebun.
Darimana mendapatkan tempat menanam benih atau biji ?
Tempat menanam benih atau biji dapat memanfaatkan barang-barang sisa, misalnya bekas gelas atau botol plastic minuman mineral atau jus, kaleng bekas cat, potongan pipa PVC, kantung bekas  mie instant dan lain-lain.

FAffd

Dari mana media tanamnya ?
Media tanam untuk pembibitan dapat menggunakan tanah biasa yang dicampur dengan kompos hasil fermentasi sampah organic dari lubang berpindah yang telah di timbun kurang lebih 2 bulan.
Setelah bibit tumbuh setinggi kurang lebih 60 cm dan dalam kondisi yang baik, bibit sudah mulai bisa ditanam dihalaman atau dikebun-kebun.
Apa manfaatkanya menanam pohon ?
a.    Satu pohon selama daur hidupnya dapat menghasilkan 2500 Gallon air bersih dan mampu mereduksi carbon (Co2) sebanyak 1 ton, dalam hal ini kita telah membantu menurunkan emisi carbon dan dalam skala besar dapat menurunkan suhu bumi.
b.    Setiap pohon dewasa dapat menghasilkan 1,5 Kg oksigen (O2) setiap hari, sedangkan manusia setiap hari membutuhkan oksigen  untuk hidupnya sebanyak 0,6 Kg. Berarti jika kita menanam 1 batang pohon sama dengan menghidupi 2 orang manusia, alangkah mulianya pekerjaan tersebut.
c.    Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW menanam pohon : Tidak ada muslim yang menanam pohon kecuali semata yang diharapkan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah, apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu yang dimakannya itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun menguranginya, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya. (HR. Muslim dalam Al-Musaqoh 3945).
Jika kita hubungkan dengan dengan Hadits Nabi Muhammad yang lain, maka :
Jika kita meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali 3 (tiga) perkeara : Sedekah jariyah, Ilmu yang dimanfaatkan dan doa dari anak yang shalleh (HR. Muslim dalam Al-Wasliyayag 4199).
Sedekah jariyah yang tetap mengalir selama pohon-pohon yang kita tanam hidup dan member manfaat kepada lingkungannya.
d.    Tanaman buah-buahan yang telah kitanam di halaman dan kebun dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga disaat panen buahnya.
e.    Ikut serta dalam program pemerintah dalam OBIT (One Billiion Indonesian Trees).

Implementasi konservasi sumber daya alam terapan yang akan dilakukan oleh masyarakat sebaiknya terlebih dahulu dilakukan oleh seluruh pegwai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango baik di rumah masing-masing, kantor-kantor pengelolaan agar dapat dijadikan percontohan oleh masyarakat.
Mudah-mudahan program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dalam rangka upaya penyelamatan bumi yang kita cintai ini.

[ teks & gambar © TNGGP | 102010 | Ndoy – red ]