Khas… TNGGP Dukung Literasi

Meskipun sudah semakin memudar, ungkapan “buku jendela dunia”, masih relevan terutama di pedesaan yang masih belum terjangkau teknologi canggih seperti “e-book”. Di era “milenium” ini kebiasaan membaca buku semakin ditinggalkan orang, karena disampiung kebiasaan membaca yang memang masih rendah, mereka beralih pada hal-hal berbau audio visual yang dianggap lebih mudah dikonsumsi dari pada buku, seperti “gadget”.

Kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak kecil karena informasi yang paling mudah diperoleh melalui membaca, baik koran, tabloid, majalah, buku-buku, dan lain-lain. Sayangnya minat baca masyarakat ini masih tergolong rendah seperti yang pernah diberitakan Kompas.com bahwa minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak, masih sangat rendah. Data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 %, artinya dari 10.000 anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca (Kompas.com – 22/06/2017).

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melalui kegiatan Perpustakaan Konservasi Keliling (Puskoling) mencoba melakukan upaya dalam meningkatkan minat baca masyarakat yang ada di sekitar kawasan terutama masyarakat pada usia dini/ usia sekolah. Puskoling juga merupakan salah satu cara komunikasi dalam rangka pengelolaan TNGGP terutama di dalam penyebarluasan informasi tentang konservasi dan lingkungan.

Sasaran Puskoling adalah masyarakat umum terutama pelajar pada sekolah yang ada di sekitar kawasan TNGGP sehingga diharapkan mereka mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang konservasi dan lingkungan semenjak dini. Pada triwulan ke-4 tahun 2019 tim Puskoling TNGGP mengunjungi tiga sekolah yang ada di sekitar kawasan yaitu:

  1. MTS Al-Ikhlas di Seksi PTN Wilayah I Cibodas, Bidang PTN Wilayah I Cianjur;
  2. SDN Babakan Situ di Seksi PTN Wilayah III Selabintana, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi;
  3. MIS Sirojul Athfal III di Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Melalui Puskoling, para pelajar diharapkan dapat memperoleh informasi dengan membaca buku atau literatur lainnya yang telah disediakan. Tidak hanya itu, berbagai metode digunakan untuk menggugah minat baca serta meningkatkan rasa ingin tahu serta meminimalisir kebosanan diantaranya dengan penyampaian materi yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti, diskusi yang asik dan permainan/ game yang memiliki makna dan bernilai edukasi.

Semoga TNGGP dapat terus berperan sebagai agen perubahan dengan menanamkan benih-benih membaca buku kepada para pelajar yang ada di sekitar kawasan. Mengenalkan buku sejak dini, sebuah langkah kecil menuju perubahan besar.

Teks: Wita Puspita Ningrum
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango