Kesepahaman Bersama Di Desa Penyangga TNGGP

Selasa (12/11/2019), bertempat di Saung Pertemuan Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk, Kp. Tabrik, Gekbrong, Cianjur telah diselenggarakan penandatanganan kesepahaman bersama antara masyarakat Desa Gekbrong, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan Universitas Suryakancana Dalam Integrasi Pengelolaan Wisata Agro, Wisata Alam, dan Riset di Desa Gekbrong, Kec. Gekbrong, Kab. Cianjur. Hal tersebut dilandasi oleh semangat kebersamaan para pihak dalam mendukung visi Indonesia Maju 2019 – 2024 yang salah satunya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan zona penyangga Cagar Biosfer Cibodas serta mewujudkan pengembangan desa wisata, dan riset yang diharapkan dapat menjadi program kebanggaan bersama.

Penandatanganan kesepahaman bersama ini dilakukan oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Rektor Universitas Suryakancana (UNSUR), Ketua KTH Hejo Cipruk, Ketua Forum Wisata Gekbrong, dan Kepala Desa Gekbrong, yang disaksikan oleh Camat Gekbrong, Pejabat Lingkup Balai Besar TNGGP, Pejabat Lingkup Universitas Suryakancana Cianjur, dan beberapa mitra terkait.

Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto, S. Pi., M. Si., menyampaikan, kehadiran semua pihak dalam acara ini merupakan upaya untuk mencapai cita-cita dalam mengharmonisasikan manusia dengan alam. Kemanfaatan keberadaan TNGGP perlu ditingkatkan dan dirasakan, oleh karena itu gagasan dari masyarakat Desa Gekbrong serta Universitas Suryakancana diharapkan menjadi momentum dalam mencapai mimpi mewujudkan manfaat kawasan TNGGP yang lebih baik. Upaya semua pihak dalam menyelaraskan wisata alam, wisata agro, dan didukung riset bersama Universitas Suryakancana dan tidak menutup kemungkanan bekerjasama dengan pihak-pihak lain, serta didukung dengan mitra-mitra di sekitar Desa Gekbrong, seperti PT. Tirta Investama Cianjur, Yayasan Baitul Mal BRI, dan mitra terkait lainnya. Upaya kesepahaman ini diharapkan menjadi momentum yang baik dalam menjalin kerjasama yang lebih erat, sehingga manfaat kerjasama ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, untuk kawasan TNGGP, dan untuk Indonesia.

Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, S. H., M.H., Sp.N. selaku Rektor Universitas Suryakancana (UNSUR) melalui sambutannya, beliau mengungkapkan bahwa pada prinsipnya UNSUR akan berkolaborasi dengan baik dan mudah-mudahan bisa berguna bagi masyarakat. Karena memang diakui Rektor UNSUR, destinasi wisata merupakan salah satu devisa terbesar di Indonesia.

Keaslian alam Desa Gekbrong yang menjadi ciri khas destinasi wisata kita ini, sehingga memiliki daya jual yang tinggi, tetapi dari segi promosi wisata perlu adanya peningkatan. Dwidja menambahkan, UNSUR akan membantu promosi wisata pada desa-desa yang telah menjalin kerjasama. Baik bantuan promosi destinasi wisata yang akan dibuat secara online atau website, maupun secara media sosial akan dibantu, sehingga keberadaan desa wisata akan lebih dikenal secara nasional bahkan mancanegara.

Pelaksanaan kegiatan program dalam kesepahaman bersama ini, dilakukan melalui pengembangan wisata berbasis masyarakat di desa penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, pengembangan riset, dan penelitian agro, keanekaragaman hayati, sosial, ekonomi dan budaya untuk terwujudnya desa wisata cerdas yang memiliki nilai edukasi, bertanggung jawab, aman, responsif gender, serta peduli terhadap perlindungan alam dan lingkungan.

Semoga integrasi pengelolaan wisata agro, wisata alam, dan riset ini dapat mewujudkan Desa Gekbrong sebagai Desa Wisata Cerdas yang menjadi ikon dan kebanggaan Kabupaten Cianjur. Hal-hal terkait implementasi dari kesepahaman ini selanjutnya akan dituangkan dalam rencana aksi bersama dan dilaksanakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Semoga cita-cita yang luhur ini dapat mendorong masyarakat lebih sejahtera.

Teks: Febriyani
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango