Kerjasama Jalan Terus Meski Pks Telah Berakhir

Mission impossible ? pernah diungkapkan seorang tokoh konservasi beberapa puluh tahun yang lalu dan sempat menyeruak keseantero NKRI. Pengelolaan Taman Nasional begitu kompleks, terkait pengelolaan tumbuhan, satwa, hidrologi, wisata, lingkungan hidup, bangunan, kepolisian, dan lain-lain, sampai ekonomi masyarakat. Volume dan ragam jenis pekerjaan yang tinggi itu secara logika tidak mungkin dilakukan oleh satu lembaga saja, namun hal itu sudah menjadi tugasnya taman nasional dan harus berhasil. Nah, … MERAH DARAHKU (Menanam untuk masa depan yang cerah dengan penuh gairah, ini baku) kali ini mengalir untuk mengatasi mission yang impossible itu bersama PT Tirta Investama qq Plant Cianjur. Selamat menyimak !

Kontrol Sisa Kegiatan

Salah satu strategi untuk merealisasikan “misi yang imposibel” itu adalah melali kerjasama dengan mitra yang kompeten dalam bidangnya. Salah satunya kerjasama bidang pemulihan ekosistem melalui penanaman pohon asli setempat. Kerjasama dijalin dengan berbagai lembaga, antara lain dengan PT Tirta Investama qq Plant Cianjur untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi di Resort PTN Tegallega.

Kerjasama yang telah dilakukan sejak tahun 2015 dan akan berakhir bulan Desember 2019, antara Balai Besar TNGGP dengan PT Tirta Investama qq Plant Cianjur ini, dievaluasi bersama pada hari Kamis tanggal 03 Nopember 2019, di kantor Balai Besar TNGGP. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum kegiatan kerjasama berjalan dengan baik dan berhasil memulihkan eksosistem yang mengalami kerusakan seluas 32 ha.

Pada acara evaluasi yang dipimpin oleh Wasja, ketua tim evaluator Balai Besar TNGGP, dihadiri tim Evaluator Balai Besar TNGGP, PT Tirta Investama qq Plant Cianjur, Yayasan Gamelina (sebagai operator kegiatan), pemangku wilayah (Kepala Bidang PTN Wilayah I Cianjur dan Kepala Resort Tegalega).

Jarot, kepala divisi Konservasi PT Tirta Investama qq Plant Cianjur menyatakan bahwa mulai tahun 2020 perusahaannya akan focus pada “recharge area”, diluar kawasan TNGGP. Jadi perjanjian kerjasama (PKS) yang telah berjalan belum berencana untuk diperpanjang. Lebih lanjut Jarot meminta masukan agar bisa memanfaatkan waktu yang tersisa sampai akhir PKS, serta masukan untuk perbaikan kegiatan yang masih kurang optimal.

Pihak TNGGP, mengapresiasi kerjasama yang telah dilakukan PT Tirta Investama qq Plant Cianjur dan berharaf agar kerjasama terus terjalin meskipun tidak diikat dengan perjanjian formal.

14.000 Batang Plus 3.500 Plances

Dari hasil evaluasi kali ini, diketahui telah berhasil ditanam sebanyak 14.000 batang pohon jenis asli TNGGP terdiri atas rasamala, manglid, puspa, huru, suren, salam hutan, pada areal seluas 32 ha, dan rencana akan ditanam lagi sebanyak 3.500 batang untuk program tahun 2019, pada lahan seluas 8 ha. Penanaman tahun 2019 akan dilakukan setelah turun hujan.

Bagi masyarakat yang bersungguh-sungguh dan berhasil menanam serta memelihara tanamannya, diberikan “reword”, berupa bibit kambing sebanyak 13 ekor pada tahun 2015 dan 2016, pelatihan wisata, pembuatan demplot pembibitan ditahun 2017 serta budidaya jambu kristal pada tahun 2018. Sedangkan untuk “reword” di tahun 2019 direncanakan satu paket budidaya jambu Kristal.

Dengan dijalinnya kerjasama seperti ini mudah-mudahan misi yang “imposibel” jadi “posibel” dan era tinggal landa bidang konservasi sumber daya alam bisa segera terwujud. “Dengan adanya hutan masyarakat sejahtera dan karena masyarakat hutan terawat” atau bahasa Cibodasnya “leuweung hejo masyarakat ngejo”. Semoga !

Teks: Agus Mulyana
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango