Keberadaan Kukang Jawa di TNGGP
Ciri morfologi untuk mengenali kukang antara lain terdapat lingkaran seperti cincin berwarna gelap yang mengelilingi matanya dan hidungnya berwarna putih. Ibu jari dan jari kaki yang besar bersifat perpendicular dengan jari-jari yang lain. Betina memiliki 2 pasang mammae yang terdapat pada bagian pectoral dan bagian bawah thoracic, selain itu juga terdapat vulva yang tertutup sampai pada masa estruss. Primate kecil ini memiliki warna rambut beragam dari kelabu, keputihan, kecoklatan hingga kehitam-hitaman. Pada pnggungnya terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Panjang tubuh sekitar 19 – 30 cm dengan berat tubuh kurang dari 2 kg. Kukang tersebar di Asia Tenggara. Di Indonsia, hewan ini ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Kukang merupakan binatang nocturnal, arboreal. Si malu-malu ini hampir tidak pernah terlihat tidak berada di atas pepohonan. Primate kecil ini menyukai hutan primer dan sekunder, semak belukar dan rumpun-rumpun bambu. Malu-malu merupakan omnivore yang memakan serangga, anak burung, telur burung serta buah-buahan dan beberapa bagian tanaman. Saat berburu kukang bergerak dengan pelan agar mangsa tidak merasa ketakutan. Selanjutnya dia akan menangkap mangsanya dengan sangat cepat. Genggaman dari kaki belakang hewan ini sangat kuat sehingga sering dia mencari mangsa dengan bergelantungan kebawah dan menangkap mangsanya menggunakan tanganya. Kukang jantan hidup solitary dan memiliki wilayah teritorial yang ditandai dengan urinya untuk menghindari konflik dengan individu lainya. Jantan kukang juga memiliki wilayah jelajah yang dilengkapi dengan beberapa betina. Dalam wilayah jelajahnya, jantan kukang akan mengecek betina – betina yang ada dengan melihat urinya apakah betina dalam kondisi estrus. Primate kecil ini memiliki beberapa cara untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dilakukan meliputi komunikasi visual, taktil, vocal / suara dan kimia / penciuman.
Mereka menggunakan bau urinya sebagai alat komunikasi untuk menandai daerah teritorinya. Contoh bentuk komunikasi visual dilakukan ketika mereka meminta kepeda individu lain untuk melakukan grooming. Individu yang meminta untuk grooming akan menyodorkan sebagian tubuhnya kepada lawanya. Contoh lain dari komunikasi visual dilakukan saat mereka bergelantungan dengan kaki di atas sebagai ajakan untuk bermain bersama. Contoh dari komunikasi taktil ketika mereka melakukan serangan kepada individu lain dan juga ketika melakukan grooming. Kukang tidak memiliki batasan musim kawin. Mereka dapat kawin sepanjang tahun. Dalam 1 kali kelahiran betina kukang menghasilkan 1 anak kukang. Kematangan seksual (pubertas) rata-rata di usia 18 bulan sedangkan jantan pada usia 17 bulan. Saat estrus dan siap untuk kawin, organ genitalia betina akan terlihat bengkak dan berwarna merah muda. Betina yang siap dibuahi akan memberkan signal dengan menggelantungkan tubuhnya. Masa kehamilan kukang selama 184 sampai 197 hari dan rata-rata selama 191 hari. Interval antara satu kelahiran rata-rata 16,2 bulan.
Peranan dan Manfaat Kukang
Kukang memiliki peran sangat penting terhadap ekosistem, terutama dalam menjaga keseimbangan dalam rantai makanan. Peran kukang adalah sebagai predator utamanya serangga sehingga kukang dapat berperan sebagai pengendali hayati bagi serangga – serangga phytophagus. Selain itu, perananya sebagai pemakan buah juga dapat membantu tanaman dalam pemencaran biji. Peran satwaliar (termasuk kukang) dalam ekosistem ini dianggap merupakan peran yang disandang secara alamiah (pentingnya keberadaan dan peranan kukang ketika diciptakan- menurut sebagian besar Konservasionis dan menurut religi).
Sedangkan diluar itu (bertentangan dengan faham konservasi, pemanfaatan yang berkelanjutan) tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap bahwa kukang dapat dimanfaatkan secara ekonomi antara lain bulu-bulunya dapat dimanfaatkon oleh industri pakaian; perawakan kukang yang lucu dan menggemaskan dapat menjadi penghibur manusia sebagai hewan peliharaan; sebagai obat-obatan tradisional; daging kukang tersebut dipercaya sebagai obat yang bisa meningkatkan stamina laki-laki; juga bagian kukang seperti kerangka juga dipercaya memiliki kekuatan mistis untuk menolak bahaya dan membuat rumah tangga tenteram.
Pemanfaatan dengan tujuan ekonomi terhadap semua jenis satwa liar (termasuk kukang) secara langsung dengan memanen dari alam akan sangat mengancam kelestarian jenisnya, dan secara tidak langsung akan mengganggu rantai makanan dan pada akhirnya mengganggu pula keseimbangan ekosistem. Pemanfaatan yang lebih bijaksana adalah melalui pengembangan penangkaran mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku. [ >> info terkait ]
![Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]](http://www.gedepangrango.org/wp-content/themes/tnggp/images/header_text.gif)




