Keanekaragaman Mamalia Di Kawasan Tapos Ciawi, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.

Peneliti: Pramulati, Indrastiwi., Nuraidah., Injani, Molly Mollyna., Rani, Ayu Kunthia., Febriyanti, Dewinta.

Topik : Satwa

Tahun : 2012

No. Pustaka:

Abstrak
Penelitian mengenai keanekaragaman mamalia ini dilakukan di kawasan hutan Tapos Taman Nasional Gunung Gede Pangrango pada tanggal 30 Agustus – 3 September 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode jalur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman mamalia di Kawasan Hutan Tapos Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jenis mamalia yang dapat dijumpai di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yaitu Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comata), lutung (Trachipytecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), macan tutul (Panthera pardus), kucing hutan (Felis bengalensis), musang (Paradoxurus hermaphroditus), babi hutan (Sus scrofa), bajing (Lariscus insignis), lingsang (Castor canadensis) dan landak jawa (Hystrix brachyura).
Berdasarkan hasil pengamatan dari ketiga jalur di daerah Tapos maka dapat disimpulkan bahwa pada setiap jalur terdapat kelimpahan dan keanekaragaman jenis yang berbeda-beda. Pada jalur Cibayawak memiliki kelimpahan dan keanekaragaman jenis yang sangat tinggi, hal tersebut dikarenakan pada jalur Cibayawak terdapat sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan berbagai jenis hewan, dan kondisi kelimpahan jenis pohon buah yang tertinggi. Sedangkan kelimpahan dan keanekaragaman jenis yang terkecil terdapat pada jalur Tarsius, yang disebabkan oleh kondisi jalur Tarsius yang saat itu sedang musim kemarau panjang, dengan anak sungai yang mengering serta kelimpahan jenis pohon obuah yang rendah.