Keanekaragaman Jamur Makroskopis Di Kawasan Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Peneliti: Rezky, Agre Novi, Utami, Nastiti Rilo, Andriyani, Anissa Dien, Deviana, Astri., Amillah, Azim Muhammad

Topik : Satwa

Tahun : 2012

No. Pustaka:

Abstrak
Kawasan Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu kawasan konservasi yang terletak di Jawa Barat. Tapos memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang masih belum terjelajahi khususnya jamur. Jamur merupakan salah satu organisme yang sangat penting dalam kehidupan. Jamur merupakan organisme eukariotik yang memiliki ciri tidak mengandung klorofil, tumbuh sebagai hifa, memiliki dinding sel yang mengandung kitin dan selulosa, bersifat heterotrop dan mensekresikan enzim-enzim ekstra selular ke lingkungan melalui spora. Bereproduksi secara seksual dan aseksual. Fungsi utamanya sebagai dekomposer. Beberapa jenis diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai obat dan dikonsumsi untuk sumber protein. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada tempat yang lembab, suhu rendah serta cahaya minimum. Dengan demikian jamur dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan. Oleh karena jamur memiliki berbagai peran yang penting dalam kehidupan, maka dilakukanlah pendataan jamur makroskopis di kawasan Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil perolehan jamur yang dominan adalah Microporusxanthopus dan Polyporussp2 dengan frekuensi masing-masing 26,746% dan 17,036%. Selain itu ditemukan pula jamur dengan potensi pangan, yaitu Auricularia sp. dan sebagai obat yaitu Ganoderma sp.