Intensitas Dan Motivasi Masyarakat Dalam Pencurian Tumbuhan Hutan Di Seksi Konservasi Wilayah Ii Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Peneliti: Sudomo, Aris

Topik : Sosek

Tahun : 2006

No. Pustaka:

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas dan tingkat kerawanan setiap resort di SKW II terhadap pencurian tumbuhan hutan, mengetahui motivasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang menyebabkan masyarakat melakukan aktivitas pencurian tumbuhan hutan, tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang keberadaan-keberadaan TNGP, bentuk usaha pedesaan yang sesuai menurut masyarakat sekitar kawasan serta tingkat ketertarikan masyarakat terhadap penerapan agroforestry sebagai model pengembangan daerah penyangga. Penelitian di laksanakan di seksi Konservasi Wilayah II TNGP, meliputi 4 resort yaitu Resort Bodogol, Resort Cimande, Resort Cisarua, dan Resort Bojong Murni. Pengambilan data dengan data primer dan data sekunder. Jenis pencurian yang terjadi yaitu pencurian kayu bakar, bambu, pakis, tanaman hias dan kayu pertukangan. Pelaku pencurian berasal dari masyarakat sekitar hutan dan oknum masyarakat di luar kawasan. Intensitas kasus pencurian tumbuhan hutan tahun 2005 untuki setiap resort di SKW II TNGP adalah resort Cisarua 9 kasus, Resort Bojong Murni !! Kasus, Resort Cimande 3 kasus dan Resort Bodogol 14 kasus. Hasil wawancara responden menunjukann bahwa penyebab pencurian tumbuhan hutan ( bambu dan kayu bakar) adalah tingkat kesejahteraan masyarakat yang randah. Rata-rata masyarakat belum tahu tentang keberadaan TNGP sebagai kawasan pelestarian alam yang harus di jaga dan di lindungi. Tingkat perlindungan dan pemahaman masyarakat tentang TNGP yang tertingi adalah resort Bodogol, resort Cisarua, resort Cimande, dan resort Bojong Murni. Pekerjaan penduduk yang melakukan aktifitas pencurian tumbuhan hutan adalah buruh dengan rata-rata pendidikan sekolah Dasar serta berpenghasilandi bawah Rp. 100.000,- bulan. Bentuk usaha pedesaan yang sesuai adalah pengembangan usaha pertanian dan peternakan. Sebagian besar masyarakat sangat/cukup tertarik dengan model Agroforestry di SKW II TNGP.