Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat Dan Lingkungan Sehat (leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo)

Cibodas, 22 Maret 2019. Dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-36 dan Hari Ulang Tahun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ke-39, dan Hari Hutan Sedunia, BBTNGGP menyelenggarakan “Festival Kolaborasi TNGGP dengan Masyarakat sekitar Kawasan” mengambil tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat (Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo)” yang diselenggarakan pada Hari Jum’at, 22 Maret 2019 di Kantor Balai Besar TNGGP – Cibodas.

Bagi Balai Besar TNGGP bulan Maret merupakan bulan istimewa, pada tanggal 06 Maret 2019 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berulang tahun yang ke-39. Sepuluh hari kemudian tepatnya tanggal 16 Maret 2019 merupakan “Hari Bhakti Rimbawan” yang ke-36. Tanggal 21 Maret diperingati sebagai “Hari Hutan Sedunia”.

Hari jadi TNGGP ditetapkan berdasarkan tanggal diumumkannya kawasan konservasi ini menjadi Taman Nasional yang pertama di Indonesia (bersama empat Taman Nasional lainnya), oleh Menteri Pertanian. Sebelumnya kawasan konservasi di kompleks Gn. Gede Pangrango berstatus sebagai cagar alam tertua di Indonesia, ditetapkan berdasarkan Besluit van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie pada tanggal 17 Mei 1889.

Dalam rangka memeriahkan peringatan hari-hari istimewa tersebut, Balai Besar TNGGP melaksanakan festival kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Selain untuk memeriahkan acara ulang tahun dan hari bhakti rimbawan, festival ini dilaksanakan sebagai sosialisasi tentang pentingnya keberadaan dan kelestarian kawasan konservasi untuk menjamin kelangsungan dan kesejahteraaan masyarakat. Masyarakat sekitar yang merasakan langsung manfaat keberadaan TNGGP harus memiliki kepedulian dan rasa memiliki serta tanggungjawab dengan keberadaan kawasan konservasi ini.

Agenda kegiatan festival masih seperti biasanya yaitu, pameran produk masyarakat dan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan TNGGP dan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP), Pembagian bibit tanaman dan bor biopori kepada masyarakat (bersama BP DAS Citarum Ciliwung), Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat (PT Kimia Farna dan Unit Layanan Kesehatan KPRI Edelweis), Donor darah (bersama PMI) dan Khitanan massal (bersama Sedekah Rombongan).

Meskipun agenda kegiatan masih sama dengan tahun-tahun lalu, namun festival kali ini agak istimewa, lain dengan acara tahun-tahun sebelumnya. Acara yang selalu dimeriahkan dengan musik tradisional “angklung” oleh para pelajar SD sekitar Cibodas dan musisi jalanan ini dihadiri Menteri LHK beserta jajaran. Disamping itu hadir pula Bupati Kabupaten Cianjur, Muspida, mitra perusahaan swasta, Volunteer TNGGP, serta Kelompok Masyarkat Penggerak Wisata (Kompepar) Cibodas. Pada acara kali ini juga dilaksanakan penandatanganan “Deklarasi Peduli Lingkungan dan Kawasan Hutan” oleh para pihak.

Pada sambutannya Menteri LHK menyampaikan penghargaan atas pengelolaan TNGGP, termasuk cara penyampaian informasi melalui kilas balik, sesuai dengan era informasi di era milenial, bahkan akan dijadikan standar nasional bagi taman nasional lain di Indonesia. Pengelolaan sudah mengakomodir kebutuhan masyarakat dan menjadi pedorong pembangunan ekonomi dengan tidak mengabaikan prinsip konservasi. Pada kesempatan ini Menteri LHK juga mengharapakan agar hutan kota di Cianjur menjadi percontohan hutan kota se Indonesia dan jadi contoh hutan kota se NKRI dan harus jadi spot edukasi.

Sementara itu Bupati Cianjur menyampaikan ucapan terimakasih atas pembangunan TNGGP yang mendorong perekonomian Kabupaten Cianjur. Dengan adanya Taman Nasional ini, pendapatan asli daerah meningkat, dan suplay air minum untuk masyatakat Kabupaten Cianjur terjamin. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri LHK yang telah berkenan berkunjung ke destinasi wisata Pongpok Landak (Pokland), karena kunjungan Menteri LHK jumlah pengunjung naik drastis.

Dalam kesempatan ini telah dibagikan pula pohon buah-buahan kepada masyarakat sebanyak 40.000 batang, dan bor biopori sebanyak 200 buah. Dari kelompok khitanan masal tercatat ada lima anak yang berhasil disunat, serta dari kelompok donor darah tercatat sebanyak 16 orang pendonor dari kalangan pegawai TNGGP, volunteer, dan pelajar PKL. Dalam stand pemeriksan dan pengobatan gratis tercatat 54 orang sempat diperiksa, tapi hanya sebagian kecil yang perlu diobati.
Selamat ulang tahun TNGGP, sukses selalu!?

Sumber: Agus Mulyana dan Andie Martien Kurnia