Hesaki, Suhut. 2012. Analisis Perubahan Penggunaan/penutupan Lahan Di Area Cagar Biosfer Cibodas Dalam Mendukung Keberadaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Bogor; Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Peneliti: Hesaki Suhut

Topik : Tutupan Lahan

Tahun : 2012

No. Pustaka:

Abstrak
Perubahan penutupan lahan yang terdapat di Cagar Biosfer Cibodas mengidentifikasi adanya perubahan ekosistem yang berada di dalam wilayah tersebut. Perubahan bentuk ekosistem pada akhirnya akan mempengaruhi ekosistem yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Hal ini dikarenakan ekosistem Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memiliki kesatuan ekosistem dengan wilayah sekitarnya sehingga apabila wilayah sekitar yang berbatasan langsung mengalami perubahan yang cepat, akhirnya akan mempengaruhi terhadap ekosistem yang terdapat di taman nasional tersebut.
Hasil analisis citra landsat dapat dimanfaatkan untuk melihat perubahan lahan yang terjadi pada suatu wilayah. Pemanfaatan penginderaan jauh menurut merupakan salah satu cara utnuk mengetahui secara cepat alih fungsi lahan. Untuk mengetahui perubahan pengguanaan/penutupan lahan di Area Cagar Biosfer Cibodas, maka tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis perubahan penggunaan/penutupan lahan pada dua titik tahun (1999 dan 2011) dan faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan/penutupan lahan (2) mengidentifikasi bobot perubahan penggunaan/penutupan lahan  yang dapat ditoleransi berdasarkan persepsi masyarakat (3) memprediksi pengalokasian penggunaan/penutupan lahan denga pendekatan Cellular Automata (CA) dan (4) menyusun skenario dan arahan kebijakan pengendalian perubahan penggunaan/penutupan lahan di Cagar Biosfer Cibodas terkait keberlanjutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Bentuk penggunaan/penutupan lahan tahun 1999 didominasi oleh kebun campuran sebesar 44,25% dari luas wilayah Cagar Biosfer Cibodas, kemudian berturut-turut hutan 31,48%, Permukiman 16,19%, sawah 7,68%, rumput/semak belukar 0,29%, edelweis 0,08% dan tubuh air sebesar 0,03%. Bentuk penggunaan/penutupan lahan pada tahun 2011, kebun campuran 38,16%, hutan 31,22%, permukiman 20,41%, sawah 9,98%, rumput/semak belukar 0,12%, edelweis 0,08% dan tubuh air sebesar 0,03%.
Jenis-jenis penggunaan/penutupan lahan yang mengalami pengurangan luasan dar tahun 1999 sampai tahun 2011 adalah tegalan dan kebun campuran 6,09%, hutan 0,29%, dan rumput/semak belukar 0,17%. Sementara itu, penggunaan/penutupan lahan yang luasannya bertambah adalah permukiman 26,07% dan sawah 29,94%. Berdasarkan struktur penggunaan/penutupan lahan di Cagar Biosfer Cibodas, terlihat bahwa perubahan penggunaan/penutupan lahan terbesar dialami oleh tegalan dan kebun campuran. Tegalan dan kebun campuran mengalami pengurangan luasan sebesar 4.627 ha atau berkurang sebesar 13,76%. Hutan juga merupakan penggunaan/penutupan lahan yang mengalami pengurangan. Luas hutan yang berkurang adalah sebesar 195,9 ha. Penggunaan/penutupan lahan yang mengalami pertambahan adalah permukiman dan sawah dengan pertambahan terbesar yaitu pada permukiman dengan luas 3.207 ha disusul oleh sawah dengan luas 1.746 Ha. Peningkatan luas permukiman di wilayah Cagar Biosfer Cibodas sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk yagn terjadi di wilayah tersebut dimana laju pertambahan penduduk sebesar 1,77%/tahun.
Faktor penyebab utama terjadinya perubahan penggunaan/penutupan lahan adalah disebabkan oleh jumlah penduduk, selanjutnya yaitu sumber pendapatan masyarakat, ketinggian tempat, kemiringan lereng dan jenis tanah.
Perubahan penggunaan/penutupan lahan yang masih dapat ditoleransi menurut masyarakat yaitu perubahan hutan menjadi tegalan dan kebun campuran dengan nilai 0,249 disusul perubahan menjadi sawah 0,151, permukiman 0,109 dan rumput/semak belukar 0,089. Perubahan dari penggunaan/penutupan lahan tegalan dan kebun campuran yang dapat ditoleran yaitu menjadi permukiman dengan nilai 0,206, sawah 0,151, rumput/semak belukar0,112 dan menjadi hutan 0,090. Perubahan yang dapat ditoleransi dari rumput/semak belukar menjadi hutan 0,188, tegalan dan kebun campuran 0,168, sawah 0,149 dan permukiman 0,120. Toleransi perubahan penggunaan/penutupan lahan sawah yaitu menjadi tegalan dan kebun campuran 0,177, permukiman 0,143, hutan 0,127, semak belukar 0,125. Persepsi masyarakat terkait perubahan penggunaan/penutupan lahan yang dapat ditoleransi sejalan dengan perubahan penggunaan/penutupan lahan tahun 1999 dan tahun 2011.
Hasil prediksi penggunaan/penutupan lahan pada tahun 2023 diperoleh penggunaan lahan tegalan dan kebun campuran sebesar 34,34% dari luas wilayah cagar biosfer cibodas. Selanjutnya hutan 30,97%, permukiman 23,39%, sawah 11,14%, edelweis 0,08%, rumput/semak belukar 0,05% dan tubuh air 0,03%.
Skenario pengendalian perubahan penggunaan/penutupan lahan terdapat 3 skenario. Skenario 1 diasumsikan bahwa dalam pengendalian perubahan penggunaan/penutupan lahan terdapat intervensi pemerintah, Skenario 2 diasumsikan bahwa dalam pengendalian perubahan penggunaan/penutupan lahan terdapat intervensi pemerintah dan adanya peran serta masyarakat dan skenario 3 diasumsikan bahwa dalam pengendalian perubahan penggunaan/penutupan lahan pemerintah mengalokasikan seluruh kemampuan yang dimiliki yaitu anggaran, personel dan penerapan penegakan hukum secara konsisten. Hasil dari skenario 1 terlihat jumlah penggunaan/penutupan lahan pada zona inti meningkat sedangkan pada zona penyangga dan transisi terjadi perubahan pada penggunaan/penutupan lahan hutan. Skenario 2 memberikan hasil keberadaan permukiman dan sawah pada zona inti tetap dipertahankan dan jumlah tidak bertambah. Skenario 3 memberikan hasil penggunaan/penutupan lahan hutan meningkat dan keberadaannya pada zona penyangga dan transisi dapat dipertahankan.
Dalam pengendalian perubahan penggunaan/penutupan lahan dilakukan melalui beberapa kebijakan yang dapat diterapkan yaitu penyusunan rencana program Cagar Biosfer Cibodas yang selaras dengan RTRW, sosialisasi Cagar Biosfer Cibodas dan Pemberdayaan Masyarakat di sekitar kawasan Cagar Biosfer Cibodas.