Hari Bhakti Rimbawan Ala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Pagi yang cerah dan udara sejuk Cibodas mengiringi Upacara Hari Bhakti Rimbawan ke-35 di halaman kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung (TNGGP). Tema yang diangkat dalam Hari Bakti Rimbawan ke-35, “Melalui Bakti Rimbawan, Kita Tingkatkan Pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

Kepala Bagian Tata Usaha menjadi Inspektur Upacara kali ini karena Kepala Balai Besar TNGGP berhalangan hadir untuk menerima penghargaan juara ke-3 SINOLINGHUT Award (ajang Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Lingkup Kementerian LHK) di Manggala Wanabakti, Jakarta. Penghargaan ini merupakan hadiah istimewa Hari Bhakti Rimbawan ke-35 bagi Balai besar TNGGP. Pada upacara ini, Balai Besar TNGGP juga memberikan penghargaan kepada yang ikut berpartisipasi dalam Operasi Bersih Gunung tanggal 14 sampai 15 Maret 2018, Babinsa Cimacan, Babinsa Sukatani, Bhabinkamtibmas Cimacan, Bhabinkamtibmas Sukatani, Volunteer GPO, Volunteer Montana, masyarakat Desa Sukatani, dan masyarakat Desa Cimacan.

Lepas acara upacara dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Bulanan yang rutin dilaksanakan oleh Balai besar TNGGP. Rakor dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha, beliau menyampaikan amanat Ibu Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya dalam acara Renungan Suci Rimbawan. Lima hal yang diamanatkan yaitu:
1) Rimbawan harus bekerja keras melaksanakan tugas mengelola sumber daya alam agar kelestarian alam dan lingkungan hidup tetap terjaga;
2) Memberikan manfaat kepada masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang;
3) Kita bahu-membahu dalam mewujudkan pola pengelolaan kehutanan dan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan sejalan dengan nawacita;
4) Perlunya membangun inovasi dari jejak-jejak para pendahulu kita mengingat banyak rintisan yang telah dilaksanakan dan mungkin saat ini belum bisa terlaksana dengan baik, itu perlu kita gali dengan sebaik-baiknya.
5) Dalam melaksanakan tugas, Menteri Siti juga mengajak para rimbawan untuk selalu mengingat dan memaknai semangat Mars Rimbawan. Menurutnya, Mars Rimbawan memiliki beberapa makna, seperti mengajak kita bekerja dengan hati yang murni dan gembira bahkan saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Selain itu, Mars Rimbawan juga menegaskan bahwa kakayaan alam Indonesia yang molek dan mulia ini perlu kita jaga dan bela bersama.

Rakor bulanan kali ini lebih istimewa karena bertepatan dengan Hari Bakti Rimbawan ke-35 dan masih dalam rangkaian HUT Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ke-38. Acaranya pun diluar dari biasanya….lebih istimewa….ya dengan hadirnya Pak Ustad Kusmayadi memberikan tausiyah yang menyejukan hati yang mendengarnya. Mengupas apa yang membuat kinerja kita menurun, ternyata ada 2 hal yaitu sifat pelupa dan kemauan yang rendah. Namun semua itu bisa kita perbaiki dengan saling menasihati untuk mengingatkan, diingatkan melalui teguran oleh Allah S.W.T, dan dengan cara meningkatkan motivasi dengan berbagai cara.

Selepas ishoma, Rakor pun dilanjutkan dengan narasumber yang tidak kalah menarik. Yang hadir mulai menebak-nebak siapakah gerangan narasumber ini dan akan membawakan materi apa? Ouh…tnyata Bapak Agoes Susilo JP. dari Keep in Spririt Institute. Bapak ini terlihat biasa, namun materi yang dibawakan sungguh luar biasa….yaitu untuk memotivasi kita dalam meningkatkan kinerja dan kekompakan dalam lingkungan kerja. Beliau membawakan kita dengan berbagai macam permainan dan cerita motivasi, 2 jam bersama beliau sungguh waktu yang sangat singkat dan kami mengharapkan setiap Rakor menghadirkan narasumber yang luar biasa seperti ini.

Acara diakhiri oleh paparan terkait persiapan Balai Besar TNGGP menuju eco office, sejauh mana kesiapan Balai besar TNGGP dan eco office apa yang akan diterapkan. Sebagai penutup Kepala Balai Besar TNGGP memberikan arahan dan himbauan, pelaksanaan eco office dapat dilaksanakan mulai dari lingkungan kerja. Hemat dalam penggunaan energi listrik, air, kertas, dan penggunaan alat makan dan minuman.