Gepang Online Dapat Sinolinghut Award

Diawal ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SINOLINGHUT 2017), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), sudah berhasil mendapat penghargaan, meskipun baru masuk peringkat ketiga. Mudah-mudahan di waktu yang akan datang bisa duduk di peringkat pertama, sehingga upaya konservasi sumber daya alam hayati dan eksistemnya serta pelayanan pada masyarakat bisa lebih baik lagi. Sementara ini juara satu dipegang Direktorat Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Hutan dengan program SILK (Sistem Informasi Legalitas Kayu), juara dua jatuh pada Direktorat Inventarisasi Pengelolaan SDH dengan penerapan SIMONTANA (Sistem Monitoring Hutan Nasional), dan Balai Besar TNGGP berada diurutan ketiga dengan meluncurkan Gepang Online.

Gepang online
Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam rangka pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) adalah sistem pelayanan pengunjung, antara lain pelayanan pendakian ke puncak Gunung Gede dan Pangrango. Pendakian merupakan wisata minat khusus yang menjadi “favorit” di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, setiap akhir pekan atau hari libur quota selalu “full”. Bahkan kalau tidak diterapkan sistem quota pendaki bisa mencapai ribuan orang dalam satu hari.

Dalam rangka transparansi dan untuk mempermudah perijinan pendakian, Balai Besar TNGGP menerapkan sistem pendaftaran pendakian secara online (Gepang online). Dengan sistem ini, setiap pendaki dapat melakukan pendaftaran dan pembayaran biaya administrasi tanpa harus datang ke kantor TNGGP, sehingga para pendaki bisa leluasa memilih waktu pendakian sendiri, selama kuotanya tersedia; mereka juga dapat mengecek kuota pendakian secara up to date sehingga memberi kepastian dan mendorong pendaki untuk lebih siap untuk pendakian. Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening (non tunai), sehingga meminimalisir penyalahgunaan wewenang dan mencegah terjadinya pungutan liar. Sistem ini meningkatkan tertib administrasi dalam pengelolaan kegiatan pendakian, serta bisa memperbaiki sistem database pengunjung.

Namun dalam pelaksanaannya masih sering dirasakan permasalahan, antara lain:
1. Gangguan koneksi internet. Kendala ini diantisipasi melalui penambahan koneksi internet, sampai saat ini terdapat 3 koneksi internet untuk mendukung sistem “Gepang Online”.
2. Server Down (sistem “Gepang Online” tidak berfungsi). Antisipasi untuk permasalahan ini diatasi dengan pindah provider (penyedia jasa) yang lebih baik, sehingga sistem bisa berjalan kembali.
3. Kualitas SDM. Sistem “Gepang Online” membutuhkan SDM yang menguasai sistem aplikasi dan jaringan, untuk mengantisipasi itu dilakukan inhouse training pemahaman operasional aplikasi dan merekrut tenaga IT di bidang aplikasi dan jaringan untuk mengawal sistem “Gepang Online”.

Sistem pendaftaran pendakian secara online “Gepang Online” merupakan yang pertama di indonesia, sehingga sangatlah wajar bila masih ditemukan berbagai permasalahan. Sejak diterapkan dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2017 telah mengalami penyempurnaan secara berkelanjutan, sehingga saat ini aktivitas pendakian di TNGGP telah 100% melalui sistem online.

Reservasi Pendakian
Untuk mendapatkan Simaksi (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) pendakian di TNGGP, calon pendaki diharapkan menempuh prosedur:
1. Booking diberlakukan bagi pendaki yang berasal dari dalam negeri (WNI) atau pendaki luar negeri yang memiliki KITAS dan bertempat tinggal (residen) di Indonesia.
2. Bagi calon pendaki dari luar negeri (WNA) yang tidak memiliki KITAS, tidak diberlakukan sistem booking. Mengingat pertimbangan tertentu antara lain keterbatasan waktu tinggal di Indonesia dan meningkatkan kegiatan kepariwisataan pada skala internasional/ promosi ke Indonesia khususnya ke TNGGP.
3. Booking dilakukan secara online dengan mengisi aplikasi di http://booking.gedepangrango.org/
4. Booking dilakukan paling cepat 2 (dua ) bulan sebelum tanggal pelaksanaan pendakian dan paling lambat 3 (tiga) hari sebelumnya (H-60 sampai dengan H-3);
5. Pembayaran tiket masuk dan asuransi dilakukan dalam 1 x 24 jam setelah pendaftaran melalui rekening resmi yang ditentukan oleh Balai Besar TNGGP;
6. Konfirmasi pendakian dinyatakan sah setelah memperoleh sandi booking dan melakukan transfer serta diverifikasi oleh petugas dan memperoleh draft validasi simaksi.
7. Bentuk penyempurnaan berikutnya mulai Bulan April 2018, Simaksi dapat diambil langsung di setiap pintu masuk pendakian resmi pada hari H atau sesaat sebelum melakukan pendakian setelah mendapatkan validasi dari petugas pelayanan Simaksi, pada jam kerja pelayanan yang ditentukan atau diatur melalui surat edaran kepala Balai Besar TNGGP.
8. Bila karena sesuatu hal yang berasal dari calon pendaki, membatalkan pendakian secara sepihak maka pembayaran booking tidak dapat dikembalikan.
9. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, “Gepang Online” telah membuka akses untuk komunikasi antara calon pendaki dengan petugas pelayanan SIMAKSI melalui telepon kantor Balai Besar TNGGP khusus pendakian di 0263-519415 pada jam kerja, fanpage facebook https://www.facebook.com/bookingtnggp atau e-mail ke booking@gedepangrango.org. Bahkan saat ini calon pendaki bisa chatting melalui WhatsApp pada nomor 0263-519415.
10. Setiap calon pendaki yang telah mengajukan ijin pendakian (booking) harus mengurus penerbitan SIMAKSI pendakian minimal pada H-2 dan maksimal pada hari H pendakian.
11. Waktu pengurusan pada jam kerja pelayanan yang ditentukan yaitu Senin s/d Kamis pukul 08.00-15.30 WIB, hari jumat pukul 09.00 s.d 16.00 WIB dan hari Sabtu/ Minggu serta hari libur/ cuti nasional yakni pukul 09.00 WIB-15.00 WIB atau akan diatur melalui surat edaran kepala Balai Besar TNGGP di loket perijinan yang telah ditetapkan;
12. Penyelesaian dan pengambilan SIMAKSI pendakian dilakukan di loket perijinan kantor Balai Besar TNGGP di Cibodas setiap hari pada jam kerja;
13. Pengesahan SIMAKSI pendakian dilakukan oleh Kepala Balai Besar atau pejabat yang ditunjuk, dengan tanda tangan asli atau pengesahan sesuai yang ditetapkan oleh TNGGP;
14. Segala bentuk perijinan yang dilakukan tidak di loket resmi TNGGP dianggap illegal dan pihak Balai Besar TNGGP tidak menanggung akibat yang terjadi;
15. SIMAKSI pendakian hanya berlaku untuk satu (1) kali masuk sesuai tanggal yang berlaku pada SIMAKSI.

Persyaratan SIMAKSI
1. Untuk mendapatkan Simaksi setiap calon pendaki harus memenuhi syarat:
2. Fotokopi identitas resmi (KTP/ Kartu Pelajar/ KTM/ SIM/ Paspor) yang masih berlaku untuk semua calon pendaki,
3. Pendaki gunung dalam kondisi sehat jasmani dan rohani (tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya seperti asma, tekananan darah tinggi, jantung atau penyakit lainnya yang berada dalam pengawasan dokter) dan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kondisi Kesehatan terkini calon pendaki dari fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh TNGGP yang akan ditetapkan melalui SK Kepala Balai Besar TNGGP.
4. Bagi calon pendaki yang berusia kurang dari 17 tahun, disamping identitas diri bersangkutan harus pula menyertakan Surat Ijin Orang Tua/Wali yang ditandatangani diatas materai senilai Rp. 6000, serta dilengkapi fotocopy KTP dari orang tua/wali;
5. Membeli tiket masuk dan asuransi kegiatan pendakian untuk usia 5 tahun ke atas, besarnya ditentukan melalui SK Kepala Balai.
6. Kegiatan pendakian di TNGGP dibatasi selama 2 hari 1 malam. Apabila pendaki akan melakukan pendakian lebih dari 2 hari 1 malam wajib memiliki 2 izin (SIMAKSI) dengan tanggal yang berurutan.

Pemberian penghargaan SINOLINGHUT 2017 diserahkan langsung oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango saat memperingati Hari Bakti Rimbawan pada tanggal 16 Maret 2018 di Manggala Wanabakti, Jakarta. Dengan penghargaan yang diraih oleh “Gepang Online” diharapkan Balai Besar TNGGP dapat terus meningkatkan inovasi pelayanan publiknya, baik untuk “Gepang Online” sendiri maupun pelayanan publik lainnya.