Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

Depan » Kegiatan » Gelar Talkshow “Cinta Alam dan Partisipasi Konservasi Generasi Muda Dalam Aksi Nyata”, Cibodas 5 Oktober 2012


Gelar Talkshow “Cinta Alam dan Partisipasi Konservasi Generasi Muda Dalam Aksi Nyata”, Cibodas 5 Oktober 2012

8.10.12Hits 2.342 views|KegiatanCetak

Pada tahun 2012 ini, kiprah perkumpulan para penggiat konservasi di Indonesia, yang diawali dengan terbentuknya Perhimpunan Perlindungan Alam Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Vereeniging Tot Natuurbescherming) pada tahun 1912 yang dipeloporI oleh DR. HS Koorders, genap menginjak usia ke 100 tahun. Peringatan 100 tahun konservasi tersebut, diawali dengan acara talkshow bertemakan “Cinta Alam dan Partisipasi Konservasi Generasi Muda Dalam Aksi Nyata” yang digelar di kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGP), Jum’at, 5 Oktober 2012. Rangkaian kegiatan dalam peringatan kali ini, merupakan hasil kerjasama antara Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung bersama BBTNGP dan mitra lainnya yaitu Lawalata IPB, Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB, Suaka Elang, Raptor Conservation Society (RCS) dan Raptor Indonesia (RAIN).

cc

Acara talkshow berlangsung mulai pukul 19.30-22.00 WIB, diikuti oleh generasi muda para pecinta alam dari kawasan Bogor, Cianjur dan Sukabumi, yang sedang mengikuti kemah konservasi yang diselenggarakan oleh BBTNGP, karyawan/ karyawati Balai KSDA DKI

Jakarta, peserta pelatihan cinta alam yang diselenggarakan oleh Lawalata IPB dan masyarakat umum.Talkshow berlangsung meriah dengan menghadirkan 4 (empat) pembicara yaitu Direktur PJLKKHL (Dr. Bambang Supriyanto), Kepala BBTNGP (Ir. Agus Wahyudi, MM.), Harley Bayu Sastha (Pecinta alam, penulis, salah satu pendiriE-Magazine Mountmag) dan Tantyo Bangun (Pecinta alam, pemimpin redaksi pertama majalah National Geographic Indonesia, salah satu pendiri Mapala-UI dan salah satu pendiriGreenWeb).

Uraian yang disampaikan oleh ke empat pembicara sangat memukau peserta talkshow. Beberapa bait lagu “Edelweis” yang disenandungkan oleh Direktur PJLKKHL mampu menghangatkan suasana dingin malam itu. Edelweis sebagai lambang keabadian atau kelestarian merupakan kunci pokok dari konservasi yang didasarkan pada 3 (tiga) prinsip yaitu pemanfaatan, pengawetan dan pelestarian. Sementara itu, pendakian yang bertanggungjawab mampu membuat seorang Harley menjadi sosok yang penuh simpati dan empati terhadap lingkungan sekitar. Pendakian pula yang kemudian membawanya pada dunia jurnalistik. Seri Pendakian Gunung Indonesia (Mountain Climbing For Everybody) dan Tarian Sang Kembara, merupakan dua buku yang sudah berhasil dia tulis, diantara segudang tulisannya yang telah diterbitkan di beberapa media. Sedangkan bagi Tantyo Bangun, navigasi adalah ilmu yang wajib diketahui dan dipahami oleh para pendaki. Ilmu inilah yang kemudian mampu menegaskan langkah kakinya dalam menapaki kehidupan nyata. Berawal dari hobi cinta alam pula, Tantyo meraih banyak prestasi yang membanggakan. TN Gunung Gede Pangrango, sebagai salah satu taman nasional tertua di Indonesia, haruslah menjadi kebanggaan masyarakat. Sebagaimana dituturkan Ir. Agus Wahyudi, MM. bahwa taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, habitat bagi beberapa satwa langka. Salah satu keistimewaan lain adalah taman nasional ini merupakan bagian jalur migrasi burung-burung dari Jepang.

Acara semakin meriah dengan dibagikannya doorprize dari panitia berupa kaos dari berbagai taman nasional di Indonesia, topi, rompi,novel Sarongge karya Tosca Santoso dan beberapa barang lainnya kepada peserta yang telah berhasil membuat pertanyaan yang menarik dan menjawab pertanyaan dengan baik dari para pembicara.

Kegiatan lain yang masih akan berlangsung adalah Pelatihan Pemandu Wisata Berbasis Raptor dan  Pameran Konservasi Alam yang akan digelar pada tanggal 12-14 Oktober masing-masing di Telaga Warna dan area paralayang, Puncak. Sedangkan acara  Monitoring Raptor Migran dilakukan di area paralayang Puncak setiap hari Sabtu dan Minggu selama bulan Oktober sampai November.

[Teks & Foto | © PJLKKHL | triwinkus]