Evaluasi Program Pendidikan Konservasi Pada Masyarakat Sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (studi Kasus Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Peneliti: Dwi Meylinda Sari

Topik : Pendidikan Konservasi

Tahun : 2013

No. Pustaka:

Abstrak

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan kawasan pelestarian alam yang ada tahun 2003 mengalami perluasan kawasan dari 15.196 ha menjadi 21.975 ha, yang mencakup kawasan sebelumnya dikelola oleh Perum Perhutani. Perubahan status lahan Perhutani menjadi kawasan Taman Nasional membuat masyarakat tidak lagi diperbolehkan menggarap lahan tersbut. Namun, masih ada masyarakat Desa yang memanfaatkan lahan tersebut setelah menjadi kawasan TNGGP, antara lain masyarakat Desa Ciputri. Pengelola TNGGP melaksanakan dan mengembangkan program pendidikan konservasi sebagai upaya untuk menangani masalah tersebut. Program pendidikan konservasi adopsi pohon telah dilaksanakan sejak tahun 2008, namun belum dilakukan evaluasi untuk mengidentifikasi capaian program tersbut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) mengidentifikasi pelaksanaan program pendidikan konservasi pada masyarakat Desa Ciputri, 2) mengevaluasi program pendidikan konservasi pada masyarakat Desa Ciputri.
Penelitian ini dilakukan di Desa Ciputri, daerah penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada bulan Agustus 2012-September 2012. Data dikumpulkan melalui distribusi kuesioner, wawancara dengan menggunakan panduan wawancara, serta pengamatan langsung. Statistik deskriptif, uji Mann-Whitney, dan penguraian secara deskriptif digunakan untuk analisis.
Responden dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu responden yang mengikuti dan tidak ikut Program Pendidikan Konservasi Adopsi Pohon. Responden yang mengikuti program Pendidikan konservasi sejak awal tidak diikutsertakan dalam program oleh pengelola karena dianggap sudah memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik dengan tidak memanfaatkan lahan kawasan TNGGP sebagai kebun sayuran.
Program Pendidikan Konservasi Adopsi Pohon sudah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang mengikuti program sehingga dapat menyamai pengetahuan masyarakat yang tidak ikut program. Sikap masyarakat yang mengikuti program pun sudah tergolong dalam kategori tinggi, namun belum dapat menyamai sikap masyarakat yang tidak mengikuti program. Masyarakat yang mengikuti program pendidikan konservasi sudah mendapatkan ternak kelinci dan domba sebagai mata pencaharian pengganti, namun sebagian besar masyarakat belum dapat mengembangkan ternak dan belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dari mata pencaharian tersebut, sehingga menyebabkan masyarakat belum dapat merubah perilakunya dengan tidak memanfaatkan kawasan taman nasional sebagai kebun. Pihak taman nasional sebaiknya terlebih dahulu mengetahui permasalahan yang ada di Desa Ciputri , mengembangkan program pendidikan konservasi yang sesuai, dan memberikan mata pencaharian pengganti yang sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki masyarakat.