Eradikasi Invasive Alien Species Di TNGGP

Eradikasi

Salah satu ancaman terhadap kelestarian alam terutama di dalam kawasan konservasi yang belum menjadi perhatian adalah faktor biotis  Invasive Alien Species (IAS). IAS adalah jenis-jenis tumbuhan maupun hewan asing yang berkembang dan menyebar di luar habitat aslinya, sehingga mengancam ekosistem, habitat atau jenis yang lain (Sunaryo, 2010). Saat ini IAS menjadi perhatian dan isu global karena merupakan mandat dari Convention Biological Diversity (CBD) dan Convention International Trade on Endangered Species (CITES) karena keberadaannya yang mengancam keanekaragaman hayati di seluruh dunia.

Di Indonesia terutama di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), kehadiran IAS sebagai competitor tumbuhan endemic yang menginvasi  ekosistem secara relative luas dan cepat berpotensi menghancurkan habitat. Berdasarkan hasil kegiatan identifikasi penyebaran Alien sp yang dilakukan oleh Balai Besar TNGGP ditemukan 35 jenis tumbuhan eksotik dengan tujuh diantaranya bersifat invasive (IAS), yaitu konyal (Passiflora ligularis), teklan (Eupatorium riparium), babakoan (Eupatorium sordidum), kecubung (Brugmansia suaveolens), seustreum (Cestrum auranticum), kirinyuh (Eupatorium inulaefolium) dan pisang kole (Musa acuminata).

Untuk melaksanakan pengelolaan terhadap IAS  pada tanggal 18 dan 19 Mei 2010, Balai Besar TNGGP melakukan upaya pengelolaan Invasive Alien Species (IAS)  dalam rangka melindungi keanekaragaman hayati di TNGGP. Berdasarkan Keputusan Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) tentang IAS maka perlu dilakukan tindakan pencegahan yang sederhana dan ramah lingkungan dengan deteksi dini dan tindakan cepat sangat mendesak dilakukan untuk mencegah meluasnya jenis asing invasif tersebut melalui eradikasi. Adapun tujuan dari kegiatan pengelolaan IAS melalui eradikasi adalah selain tujuan pelestarian species asli TNGGP juga sebagai kajian dalam penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan IAS di TNGGP.

Pelaksanaan kegiatan eradikasi dilakukan 2 hari melalui tahapan kegiatan eradikasi dan pembinaan habitat di lokasi HM 6 sampai dengan HM 7 pada jalur pengamatan burung, Resort Mandalawangi, Seksi PTN Cibodas, Bidang Wilayah I Cianjur. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan hasil penelitian yang mengemukakan banyaknya species IAS yang mendominasi pada lokasi tersebut. Kegiatan eradikasi dilakukan dengan membuat plot berukuran 10 m x 10 m yang dibatasi dengan tali rafia. Sasaran eradikasi IAS berdasarkan prioritas yang terdapat dalam plot tersebut adalah konyal (Passiflora ligularis), kecubung (Brugmansia suaveolens), kirinyuh (Eupatorium inulaefolium), teklan (Eupatorium riparium) dan pisang kole (Musa acuminata). Adapun kriteria prioritas sasaran IAS adalah dengan melihat dampak yang terjadi terhadap aspek ekologi, ekonomi dan kesehatan.

Hari pertama difokuskan pada eradikasi organisme melalui pemusnahan secara mekanik/fisik dengan cara pencabutan / menebang / memotong ba